Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI kecantikan Indonesia sedang mengalami guncangan besar. Sosok misterius bertopeng yang dikenal sebagai Dokter Detektif (Doktif) berhasil mengubah peta persaingan skincare tanah air lewat uji laboratorium independen yang ia lakukan. Namun, di balik topeng dan suara yang disamarkan, publik akhirnya mengetahui sosok di baliknya yang diduga kuat adalah dr. Amira Farahnaz (atau sering disebut Samira Farahnaz).
Namanya kian melambung setelah langkah hukumnya berhasil membuat dr. Richard Lee ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran perlindungan konsumen pada Desember 2025.
Kehadiran Doktif bukan sekadar fenomena viral sesaat. Ia membawa standar baru dalam transparansi produk kecantikan, memaksa para pemilik merek (brand owner) untuk tidak lagi sembarangan mengumbar janji manis atau overclaim. Lantas, siapa sebenarnya wanita di balik topeng ini? Bagaimana latar belakang pendidikannya hingga ia memiliki kapabilitas untuk menantang "raja-raja" skincare Indonesia? Berikut profil lengkapnya.
Berdasarkan penelusuran rekam jejak digital dan dokumen publik yang beredar seiring bergulirnya kasus hukum, berikut adalah biodata dari sosok yang diyakini sebagai Dokter Detektif:
| Atribut | Detail |
|---|---|
| Nama Lengkap | dr. Amira Farahnaz, Dipl. AAAM |
| Nama Populer | Dokter Detektif (Doktif) / Samira Farahnaz |
| Tempat, Tanggal Lahir | Bondowoso, 12 Januari 1981 |
| Pendidikan |
|
| Profesi | Dokter Estetika, Pengusaha, Edukator Skincare |
| Bisnis | Amira Aesthetic Clinic (Berbasis di Serang, Banten) |
| Pasangan | Teuku Nasrullah, S.H., M.H. (Pengacara) |
| Metode Review | Uji Laboratorium Independen (SIG Lab) dengan metode UPLC |
Berbeda dengan anggapan bahwa ia hanyalah seorang buzzer atau pesaing bisnis semata, dr. Amira memiliki latar belakang medis yang solid. Ia menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Hang Tuah Surabaya. Ketertarikannya pada dunia kecantikan membawanya mengambil sertifikasi internasional Diploma in Aesthetic Medicine dari AAAM, sebuah kualifikasi standar global bagi dokter estetika.
Sebelum viral sebagai Doktif, ia dikenal sebagai praktisi yang menjalankan Amira Aesthetic Clinic. Klinik ini beroperasi di wilayah Serang, Banten, dan fokus pada perawatan anti-aging serta estetika medis. Latar belakang inilah yang memberinya pemahaman mendalam tentang bahan aktif (active ingredients) dan formulasi produk, yang kemudian menjadi senjatanya dalam membongkar praktik curang industri kosmetik.
Apa yang membuat Doktif ditakuti oleh para pemilik merek nakal? Jawabannya adalah data. Jika influencer lain me-review berdasarkan tekstur atau aroma, Doktif menggunakan pendekatan berbasis sains (evidence-based).
Konflik antara Doktif dan dr. Richard Lee menjadi salah satu perseteruan terbesar di industri kecantikan Indonesia pada kurun waktu 2024-2025. Berikut ringkasan "perang" data dan hukum keduanya:
Dokter sekaligus konten kreator kesehatan, Amira Farahnaz alias Doktif, menyatakan harapannya agar Polda Metro Jaya segera melakukan penahanan terhadapĀ Richard Lee
Kehadiran Doktif menarik perhatian karena ia datang langsung ke lokasi saat penyidik tengah memeriksa Richard Lee terkait laporan hukum yang menjeratnya.
Penetapan status ini merupakan buntut dari laporan sesama dokter pegiat media sosial, Samira Farahnaz atau yang lebih dikenal sebagai Dokter Detektif (Doktif).
PERSETERUAN hukum antara praktisi kecantikan dr. Amira Farahnaz, yang dikenal dengan sapaan Dokter Detektif (Doktif), dan dr. Richard Lee (RL) memasuki babak baru.
Figur yang kerap membongkar kandungan produk skincare, Doktif, kini harus menerima kenyataan, empat produk yang terafiliasi dengannya dicabut izin edarnya oleh BPOM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved