Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TAYLOR Swift kembali membuat para penggemarnya, Swifties, masuk ke dalam mode detektif. Sebuah momen singkat dalam episode terakhir dokuseri Disney+ terbarunya, End Of An Era, diduga kuat menjadi sinyal album studio berikutnya sudah dalam proses pengerjaan.
Pada akhir episode keenam, muncul sebuah kartu judul yang merangkum pencapaian besar Swift pasca-tur Eras. Baris kalimat di dalamnya langsung membakar antusiasme internet. “Pada 3 Oktober 2025, Taylor merilis album studio ke-12 miliknya. Album terbesar dalam kariernya.” Namun, setelah jeda dramatis, dua kata tambahan muncul, “Hingga saat ini (To date).”
Pesan tersebut muncul di tengah kesuksesan besar album terbarunya, The Life Of A Showgirl, yang telah memecahkan rekor penjualan modern dan merajai tangga lagu selama berminggu-minggu. Penggunaan frasa "hingga saat ini" diyakini banyak pihak sebagai kode keras bahwa album ke-13 sudah berada di ufuk depan.
Munculnya petunjuk kriptik ini sejalan dengan pernyataan Taylor Swift baru-baru ini yang menegaskan ia tidak berniat meninggalkan sorotan dalam waktu dekat. Saat tampil di The Late Show with Stephen Colbert, sang megabintang menjawab kritik yang menyarankan dirinya untuk "memberi kesempatan pada orang lain."
"Ada pihak-pihak yang berkata, ‘Beri orang lain giliran! Tidak bisakah kamu pergi saja supaya kita bisa membicarakan betapa hebatnya kamu dulu?’ Dan saya rasa... saya tidak ingin (pergi)!” ujar Swift dengan jujur.
Komentar tersebut mempertegas tekad Swift untuk tetap berada di garis depan budaya populer, bahkan setelah hampir dua dekade mendominasi industri musik. Setelah tur Eras yang memecahkan rekor berakhir pada Desember 2024, pengaruh Swift terbukti belum menunjukkan tanda-tanda meredup.
Swift juga mengakui kepada Colbert, bukanlah tipe orang yang bisa berdiam diri. Meskipun ia tahu cara bersantai setelah menyelesaikan tur maraton selama 21 bulan, baginya bersantai bukan berarti tidak melakukan apa-apa.
"Saya bisa melihat dari jauh bahwa kita berdua adalah orang-orang yang sangat bersemangat dan hiperaktif, jangan sebut kami gila kerja," candanya kepada Colbert. "Jadi ketika saya mengambil waktu istirahat, saya tidak bisa memperlambat kebutuhan untuk bangun dan melakukan banyak hal hari ini."
Ia menambahkan bahwa ia mengalihkan energinya ke berbagai hobi baru untuk tetap sibuk. "Saya bisa mencari tahu cara untuk tenang, tapi saya tidak akan pernah menjadi orang yang santai (chill person). Sekarang saya adalah 'gadis pembuat roti', atau saya berpikir, 'Sulam silang ini tidak akan selesai dengan sendirinya!' Hobi itu luar biasa," pungkasnya.
Dengan produktivitas yang tidak pernah berhenti, para penggemar kini hanya tinggal menunggu waktu sampai Swift secara resmi mengumumkan proyek besar berikutnya. (CNA/Z-2)
Harry Styles mengakhiri masa hiatusnya dengan mengumumkan album keempat bertajuk 'Kiss All The Time. Disco, Occasionally.' yang akan dirilis Maret 2026.
Nick Jonas mengawali 2026 dengan lagu introspektif "Gut Punch". Simak makna mendalam di balik lagu ini tentang kesehatan mental dan keluarga.
Weda menelusuri fase hidupnya, mulai dari patah hati, kebingungan, menemukan kembali keinginan yang sempat hilang, hingga momen rapuh
Vidi bakal fokus kepada pemulihan diri dan mempersiapkan album baru juga untuk tahun depan
The Cure kembali ke studio untuk garap 13 lagu baru dan remix film konser The Show of a Lost World, jelang tur dunia 2026. Eksis setelah 40 tahun berkarya.
Taylor Swift membagikan cerita hubungannya dengan Travis Kelce dalam teaser docuseries The End of an Era. Ia menyebut tunangannya itu sebagai “kejutan terbesar” dalam hidupnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved