Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Lirik "Wood" Taylor Swift Jadi yang Paling Banyak Dicari di Genius 2025

Thalatie K Yani
18/12/2025 10:00
Lirik
Taylor Swift mendominasi statistik akhir tahun Genius 2025 lewat album The Life of a Showgirl. Lirik lagu "Wood" yang kontroversial memicu lonjakan trafik hingga 29 juta tayangan.(Instagram)

TAHUN 2025 kembali menjadi milik Taylor Swift. Berdasarkan statistik akhir tahun yang dirilis oleh basis data musik Genius, lirik dari lagu "Wood" yang termuat dalam album The Life of a Showgirl menjadi salah satu yang paling banyak dicari dan dilihat sepanjang tahun ini.

Lagu bertempo cepat tersebut menarik perhatian besar publik, terutama pada bagian bridge. "He ah-matized me and opened my eyes." Lirik ini dianggap kontroversial karena mengandung makna ganda yang merujuk pada tunangannya, Travis Kelce.

Selain lagu "Wood" yang menempati posisi keempat sebagai lagu yang paling banyak dilihat tahun ini, Swift juga menempatkan lagu "The Fate of Ophelia" di posisi keenam. Secara keseluruhan, Swift dinobatkan sebagai artis nomor satu di situs Genius sepanjang tahun 2025.

Lonjakan Trafik Global Peluncuran album The Life of a Showgirl pada 3 Oktober lalu mencatatkan rekor tersendiri bagi Genius. Situs tersebut meraih 29 juta penayangan dalam satu hari, menjadikannya hari dengan trafik terbesar tahun ini. Rekor ini hanya kalah dari pencapaian Swift sebelumnya saat merilis album The Tortured Poets Department. Selain Swift, lirik lain yang mendominasi pencarian global adalah "Not Like Us" milik Kendrick Lamar.

Proses Kreatif dan Makna Ganda Dalam wawancara di acara The Tonight Show Starring Jimmy Fallon pada Oktober lalu, Swift menceritakan asal-usul penulisan lagu "Wood". Ia mengaku awalnya ingin menciptakan lagu bertema klasik yang terinspirasi dari berbagai takhayul.

"Saya membawa ini ke studio, dan saya merasa, ‘Saya ingin membuat lagu yang terdengar seperti lagu lama yang tak lekang oleh waktu,’ dan saya punya ide ini tentang, seperti, ‘Saya tidak perlu mengetuk kayu (tanda keberuntungan),’ dan kami akan mengetuk kayu, dan itu akan menjadi tentang semua takhayul ini," jelasnya.

"Dan itu benar-benar dimulai dari tempat yang sangat polos. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya masuk ke sana. Kami mulai merasakan suasananya, dan saya tidak tahu. Saya tidak tahu bagaimana kami bisa sampai di titik ini, tapi saya sangat menyukai lagu ini," kata Swift sambil tertawa.

Terkait interpretasi liriknya yang berani, Swift mengungkapkan pandangan ibunya, Andrea, dalam wawancara lain dengan SiriusXM’s The Morning Mash Up.

"Saya pikir dia berpikir bahwa lagu itu tentang takhayul, takhayul populer, yang mana memang benar begitu," ujar Taylor. "Itulah kegembiraan dari makna ganda (double entendre)."

Pemenang Grammy ini menambahkan bahwa lagu tersebut memang dirancang untuk memiliki interpretasi yang beragam bagi setiap pendengarnya. "Lagu itu, Anda bisa membacakannya untuk orang-orang dan itu akan lewat begitu saja di atas kepala mereka. Anda melihat apa yang ingin Anda lihat di dalam lagu itu." (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik