Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Musik di Film Avatar Fire and Ash Gabungkan Orkestra dan Bahasa Na'vi

Fathurrozak
11/12/2025 13:44
Musik di Film Avatar Fire and Ash Gabungkan Orkestra dan Bahasa Na'vi
Film Avatar: Fire and Ash.(Youtube Hollywood Reporter)

KOMPOSER peraih Grammy, Simon Franglen, mengungkapkan rahasia di balik penciptaan musik yang mendefinisikan kembali dunia Pandora di film terbaru Avatar, Avatar Fire and Ash. Dalam wawancara bersama The Hollywood Reporter, Franglen membahas bagaimana ia meneruskan legasi dari mendiang James Horner, untuk menciptakan komposisi musik yang tidak hanya melengkapi visual yang memukau, tetapi juga menjadi detak jantung emosional filmnya.

 

Bekerja sama dengan sutradara James Cameron, bagi Franglen menjadi kolaborasi unik. Cameron, menurut Franglen, adalah sosok yang sangat musikal, ia juga sangat terlibat dalam penggarapan komposisi musiknya. Namun juga memberi Franglen kebebasan untuk menerjemahkan visinya.

 

Salah satu ciri khas yang paling menarik dari musik di film Avatar adalah perpaduan unsur orkestra dengan vokal Na’vi yang unik. Franglen juga menekankan, semua vokal dalam komposisi tersebut dinyanyikan dalam bahasa Na’vi, di mana suara konsonan K, X, T memberikan tekstur unik yang membedakannya dari paduan suara standar.

 

Di film ketiganya, Franglen juga merancang perbedaan dan perubahan suara dari film Avatar 1 dan Avatar 2. Suara, kata Franglen, menjadi bagian yang sangat penting dari skor Avatar. Film Avatar: Fire and Ash (Avatar 3) dijadwalkan rilis 19 Desember 2025.

 

“Suara berevolusi dan saya harus mengembangkannya seiring dengan film. Avatar 1 memiliki suku Omatikaya (suku hutan), dan tekstur vokal cukup terpotong, renyah, dengan tekstur semi-Afrika. Untuk yang kedua (The Way of Water), kami pindah ke suku laut, Metkayina, yang membutuhkan tekstur vokal yang berbeda. Saya menemukan penyanyi Pulau Pasifik, ada nada panjang yang digunakan untuk bernyanyi melintasi lautan. Jadi tekstur vokal itu menjadi jauh lebih lembut, lebih dari panggilan dan tanggapan,” kata Franglen dikutip Media Indonesia, Kamis, (11/10).

 

“Kemudian untuk yang ketiga, ada tekstur vokal untuk suku Ash yang sangat agresif, dan sangat menggigit. Semua itu adalah pilihan aktif dari saya. Semua orang bernyanyi dalam bahasa Na’vi, dan bahasa tersebut adalah bagian dari suara, dengan K, X, dan T yang memberikan tekstur tertentu,” katanya.

 

“Saya menggunakan paduan suara, tetapi juga banyak suara solo, karena ada koneksi alami antara suara dan pendengar. Kita sangat selaras dengan suara manusia. Saya yakin ada lebih banyak rekaman vokal dalam film ini daripada film lain tahun ini, mungkin abad ini, karena ada banyak sekali vokal di Avatar 3 daripada di Avatar 2 atau Avatar 1.” (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya