Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Avatar: Fire and Ash, tentang Keluarga, Perang, dan Sisi Lain Pandora

Rifaldi Putra Irianto
17/12/2025 17:12
Avatar: Fire and Ash, tentang Keluarga, Perang, dan Sisi Lain Pandora
Avatar: Fire and Ash, tayang di bioskop Indonesia mulai hari ini Rabu (17/12).(Dok. Avatar: Fire and Ash)

JAMES Cameron kembali mengajak penggemar menjelajahi dunia Pandora lewat film terbarunya, Avatar: Fire and Ash, yang tayang di bioskop Indonesia mulai hari ini Rabu (17/12). Ini merupakan film lanjutan dari dua film sebelumnya Avatar (2009) dan Avatar : The Way of Water (2022).

‎Setelah sukses memukau penonton dalam dua film sebelumnya, perjalanan keluarga Jake Sully berlanjut dalam Avatar: Fire and Ash, yang disebut oleh sang sutradara sebagai bagian paling megah dan emosional dalam saga Avatar, menghadirkan konflik yang lebih kompleks serta membuka sisi lain Pandora yang semakin luas.

‎“Ini merupakan film tentang sebuah keluarga yang berusaha memahami arti berjuang dalam perang. Bagaimana seorang anak berada dalam perang, serta orangtua yang membiarkan anak-anaknya pergi dan memercayai keputusan mereka. Dan bagi Jake, yang baru saja kehilangan seorang anak, sikap protektifnya hadir dalam bentuk peran sebagai ayah yang nyaris bersifat otoriter.” kata Sutradara James Cameron, dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (17/1).

‎Plot Avatar: Fire and Ash dimulai beberapa minggu setelah peristiwa dalam Avatar: The Way of Water. Keluarga Sully masih tinggal bersama klan Metkayina di Pandora, sambil beradaptasi dengan kehidupan mereka setelah kehilangan Neteyam dalam pertempuran. Jake, Neytiri, Lo’ak, Tuk, Spider, dan Kiri menghadapi duka tersebut dengan cara mereka masing-masing.

‎Di tengah pergulatan emosional keluarga Sully, mereka mulai menyadari bahwa keberadaan Spider di antara mereka dapat mengancam keselamatannya. Setelah bertemu dengan klan Tlalim, yang dikenal sebagai Wind Traders atau para petualang langit, Jake dan keluarga sepakat untuk membawa Spider kembali ke High Camp, sebuah keputusan yang membuka babak baru dalam petualangan mereka.

‎Perjalanan keluarga Sully dan para sekutunya terhambat ketika mereka diserang oleh anggota klan Mangkwan atau yang dikenal sebagai Ash People. Dipimpin oleh Varang, Ash People merupakan kaum Na’vi yang kehidupannya berubah setelah sebuah musibah letusan gunung berapi menghancurkan rumah mereka.

‎Tragedi tersebut membuat mereka menyalahkan Eywa atas penderitaan yang dialami. Di sisi lain, anggota RDA (Resources Development Administration), dalang di balik peperangan yang merenggut nyawa Neteyam, mulai merencanakan penyerangan mereka selanjutnya.

‎Sam Worthington, pemeran dari Jake Sully menyatakan, pada film ini Jake Sully bakal ditampilkan sebagai seorang ayah yang akan melakukan apa pun untuk menjaga keselamatan klannya, keluarganya, dan melindungi Pandora. Meski setelah kejadian yang menimpa Neteyam, dengan kondisi hubungan Jake Sully dan keluarga yang mulai retak.

‎“Baginya, kembali ke medan perang adalah hal yang paling masuk akal untuk mengatasi rasa sakit. Retakan itu, bersama tekanan dunia luar dan desakan dari klan lain untuk bersatu demi kebaikan bersama, menjadi fokus yang kami eksplorasi dalam film ini,” ujar Sam Worthington.

‎Selain Sam, Zoe Saldana pun kembali sebagai Neytiri pada film, serta beberapa aktor lain yg juga tampil seperti Sigourney Weaver (Kiri), Stephen Lang (Kolonel Quaritch)  Oona Chaplin (Varng), Miles Socorro (Spider) hinggi Britain Dalton (Lo'ak).

Avatar merupakan salah satu film paling dinantikan pada tahun ini. Sayangnya, seperti yang disebutkan juga oleh sejumlah kritikus film, Avatar: Fire and Ash kurang sukses menampilkan sesuatu yang baru.

 

Cameron memang tetap berhasil menghadirkan keindahan dunia Avatar, berikut pesona mistisnya dan peperangan yang penuh aksi. Namun formula itu serupa juga dengan dua film sebelumnya, sehingga ketika kembali untuk ketiga kalinya, tidak menghasilkan efek kejutan.

 

Meski begitu Avatar: Fire and Ash diperkirakan masih akan tetap meraih pendapatan bagus. Sejak perilisan film pertamanya di tahun 2009, Avatar telah mencatatkan sejarah sebagai film terlaris sepanjang masa dengan pendapatan lebih dari US$2,9 miliar serta meraih berbagai penghargaan bergengsi. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya