Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH kesuksesan Avatar: The Way of Water, James Cameron kembali membawa penonton ke Pandora lewat film ketiga berjudul Avatar: Fire and Ash. Film ini menjanjikan nuansa yang jauh lebih kelam, emosional, dan penuh konflik moral. Berikut rangkuman fakta paling menarik yang patut disimak.
Berbeda dari dua film sebelumnya, Fire and Ash akan memperkenalkan klan Na’vi yang bersifat antagonistik, dikenal sebagai People of Ash. Mereka tinggal di wilayah vulkanik dan digambarkan lebih agresif, menantang pandangan lama bahwa Na’vi selalu hidup harmonis dengan alam.
Jika The Way of Water berfokus pada air dan kehidupan, film ketiga ini mengangkat api dan abu sebagai simbol kemarahan, trauma, dan kehancuran. James Cameron menyebut tema ini sebagai refleksi konflik batin dan dampak panjang peperangan.
Cameron secara terbuka mengatakan bahwa film ini akan mengaburkan batas antara “baik” dan “jahat”. Tidak semua manusia digambarkan jahat, dan tidak semua Na’vi ditampilkan sebagai sosok suci, sebuah pendekatan yang lebih dewasa dan realistis.
Karakter Neytiri akan mendapatkan porsi emosi terbesar sejauh ini. Penonton akan melihat sisi kemarahan, kesedihan, dan luka batin yang lebih dalam, menjadikannya salah satu karakter paling kompleks dalam saga Avatar.
Meski dunia Pandora makin luas, keluarga Jake Sully tetap menjadi pusat cerita. Konflik internal, kehilangan, dan tekanan perang menjadi elemen penting yang membentuk perjalanan mereka di film ini.
Fire and Ash memperkenalkan wilayah baru Pandora dengan lanskap lava, abu, dan langit kemerahan. Lingkungan ekstrem ini dirancang untuk kembali menaikkan standar visual CGI yang menjadi ciri khas James Cameron.
Film ini direncanakan rilis pada 19 Desember 2025, melanjutkan tradisi Avatar sebagai film epik penutup tahun. Menariknya, proses syutingnya telah lama selesai karena dilakukan bersamaan dengan Avatar 4.
Dengan pendekatan cerita yang lebih kelam, karakter yang semakin kompleks, serta visual yang kembali ambisius, Avatar: Fire and Ash digadang-gadang menjadi titik balik penting dalam saga Avatar. Film ini tidak hanya soal keindahan Pandora, tetapi juga tentang konflik, emosi, dan konsekuensi pilihan. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved