Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ini Adegan Favorit James Cameron di Avatar: Fire and Ash

Thalatie K Yani
21/12/2025 08:23
Ini Adegan Favorit James Cameron di Avatar: Fire and Ash
James Cameron mengungkap adegan favoritnya di Avatar: Fire and Ash. Bukan aksi besar, melainkan momen "halusinasi" yang melibatkan karakter baru Varang.(IMDB)

SUTRADARA James Cameron kembali membawa penonton menyelami kedalaman dunia Pandora melalui seri ketiga waralaba hitnya, Avatar: Fire and Ash. Dalam wawancara eksklusif, sineas berusia 71 tahun tersebut membagikan antusiasmenya terhadap proses pembangunan dunia (world-building) yang sangat mendetail dalam film ini.

"Saya berada di tempat bahagia saya saat membuat film Avatar," kata Cameron kepada PEOPLE. "Saya sangat suka membangun dunia. Saya senang memikirkan ekosistem ini, seperti apa bentuk pohon-pohonnya, dan seperti apa rupa makhluk-makhluknya."

Film ketiga ini akan melanjutkan kisah dari The Way of Water (2022) dengan kembalinya jajaran pemain bintang seperti Zoe Saldaña, Sam Worthington, Sigourney Weaver, hingga Kate Winslet. Namun, sorotan utama tertuju pada karakter baru bernama Varang (diperankan Oona Chaplin), pemimpin klan Mangkwan yang tinggal di wilayah pegunungan berapi.

Adegan Favorit: "Seduction" yang Mematikan

Menariknya, adegan favorit Cameron bukanlah pertempuran kolosal, melainkan sebuah interaksi intens antara Varang dan Kolonel Miles Quaritch (Stephen Lang). Dalam satu momen, Varang meracuni Quaritch dengan zat halusinasi misterius yang memaksa sang Kolonel untuk berkata jujur tentang motivasinya.

"Ada arus bawah erotis dalam adegan itu yang saya sukai," aku Cameron. "Anda mungkin berpikir bahwa itu adalah godaan mematikan dari pihaknya. Namun kemudian Anda menyadari bahwa yang terjadi justru sebaliknya. Dia (Quaritch) telah menariknya ke dalam perannya... Dia masuk dengan kartu asnya, yaitu kebenaran. Dan dia (Varang) harus mempercayainya karena dia memberinya obat itu dan dia tidak bisa berbohong."

Pertukaran tegang antara dua karakter antagonis ini digambarkan dengan visual yang memukau dan nuansa sensualitas yang kuat. "Bagi saya, itu adalah adegan favorit saya dari sudut pandang penulisan dan akting. Ini bukan adegan paling emosional di film ini, tapi menurut saya ini adalah salah satu adegan yang paling menarik," tambah sutradara Titanic tersebut.

Tantangan di Industri yang Berubah

Cameron menekankan bahwa menciptakan pengalaman "seperti mimpi" adalah bagian krusial dalam membangun film Avatar. Meski ia telah merencanakan hingga seri keempat dan kelima, bahkan sudah melakukan sebagian proses syuting, ia tetap bersikap realistis terhadap kondisi pasar bioskop saat ini.

"Memfilmkan petualangan di Pandora membutuhkan biaya besar dan saya ingin terus melakukannya," ungkap Cameron. "Tetapi saya pikir kita tidak bisa berasumsi [apa pun] di pasar yang terus berubah di mana orang-orang harus keluar untuk pergi ke bioskop."

Avatar: Fire and Ash dijanjikan akan tetap menampilkan detail yang intens dan tingkat realisme yang tinggi, ciri khas yang selalu dibawa Cameron untuk memanjakan para penggemar setia Pandora. (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya