Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA James Cameron kembali membawa penonton menyelami kedalaman dunia Pandora melalui seri ketiga waralaba hitnya, Avatar: Fire and Ash. Dalam wawancara eksklusif, sineas berusia 71 tahun tersebut membagikan antusiasmenya terhadap proses pembangunan dunia (world-building) yang sangat mendetail dalam film ini.
"Saya berada di tempat bahagia saya saat membuat film Avatar," kata Cameron kepada PEOPLE. "Saya sangat suka membangun dunia. Saya senang memikirkan ekosistem ini, seperti apa bentuk pohon-pohonnya, dan seperti apa rupa makhluk-makhluknya."
Film ketiga ini akan melanjutkan kisah dari The Way of Water (2022) dengan kembalinya jajaran pemain bintang seperti Zoe Saldaña, Sam Worthington, Sigourney Weaver, hingga Kate Winslet. Namun, sorotan utama tertuju pada karakter baru bernama Varang (diperankan Oona Chaplin), pemimpin klan Mangkwan yang tinggal di wilayah pegunungan berapi.
Menariknya, adegan favorit Cameron bukanlah pertempuran kolosal, melainkan sebuah interaksi intens antara Varang dan Kolonel Miles Quaritch (Stephen Lang). Dalam satu momen, Varang meracuni Quaritch dengan zat halusinasi misterius yang memaksa sang Kolonel untuk berkata jujur tentang motivasinya.
"Ada arus bawah erotis dalam adegan itu yang saya sukai," aku Cameron. "Anda mungkin berpikir bahwa itu adalah godaan mematikan dari pihaknya. Namun kemudian Anda menyadari bahwa yang terjadi justru sebaliknya. Dia (Quaritch) telah menariknya ke dalam perannya... Dia masuk dengan kartu asnya, yaitu kebenaran. Dan dia (Varang) harus mempercayainya karena dia memberinya obat itu dan dia tidak bisa berbohong."
Pertukaran tegang antara dua karakter antagonis ini digambarkan dengan visual yang memukau dan nuansa sensualitas yang kuat. "Bagi saya, itu adalah adegan favorit saya dari sudut pandang penulisan dan akting. Ini bukan adegan paling emosional di film ini, tapi menurut saya ini adalah salah satu adegan yang paling menarik," tambah sutradara Titanic tersebut.
Cameron menekankan bahwa menciptakan pengalaman "seperti mimpi" adalah bagian krusial dalam membangun film Avatar. Meski ia telah merencanakan hingga seri keempat dan kelima, bahkan sudah melakukan sebagian proses syuting, ia tetap bersikap realistis terhadap kondisi pasar bioskop saat ini.
"Memfilmkan petualangan di Pandora membutuhkan biaya besar dan saya ingin terus melakukannya," ungkap Cameron. "Tetapi saya pikir kita tidak bisa berasumsi [apa pun] di pasar yang terus berubah di mana orang-orang harus keluar untuk pergi ke bioskop."
Avatar: Fire and Ash dijanjikan akan tetap menampilkan detail yang intens dan tingkat realisme yang tinggi, ciri khas yang selalu dibawa Cameron untuk memanjakan para penggemar setia Pandora. (People/Z-2)
Para penjahat siber diketahui mulai menyebarkan berbagai situs web berbahaya yang menawarkan akses menonton Avatar 3 secara online atau mengunduh film tersebut secara cuma-cuma.
Film Avatar: Fire and Ash dijadwalkan rilis 19 Desember 2025.
Keberhasilan ini diraih setelah film terbarunya, "Avatar: Fire and Ash", yang tayang sejak Desember 2025, sukses menembus angka pendapatan 1,23 miliar dolar AS.
Oona merupakan putri dari Geraldine Chaplin, salah satu anak Charlie Chaplin yang juga menapaki jejak sebagai aktris.
Setelah kesuksesan Avatar: The Way of Water, James Cameron kembali membawa penonton ke Pandora lewat film ketiga berjudul Avatar: Fire and Ash.
Di film ketiga Avatar, James Cameron kembali membawa penonton ke Pandora dalam sebuah petualangan baru yang imersif bersama Jake Sully.
“Posisi Disney sebagai studio Hollywood nomor satu di Asia Tenggara merupakan bukti bahwa cerita-cerita kami benar-benar memiliki relevansi yang kuat,”
PEMENGARUH kecantikan Tasya Farasya mencuri perhatian saat menghadiri gala premiere “Avatar: Fire and Ash”.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved