Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pria yang Cengkeram Ariana Grande Dideportasi dan Dilarang Masuk Singapura

Basuki Eka Purnama
24/11/2025 10:18
Pria yang Cengkeram Ariana Grande Dideportasi dan Dilarang Masuk Singapura
Ariana Grande(AFP/KENA BETANCUR)

PRIA pria Australia yang melompati barikade dan mencengkeram bintang Hollywood Ariana Grande telah dideportasi dan dilarang masuk ke Singapura.

Johnson Wen, 26, dijatuhi hukuman sembilan hari penjara karena dianggap mengganggu publik dan kini "dilarang masuk kembali ke Singapura", ungkap Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) kepada media lokal.

Wen mendorong para fotografer dan menyerang aktris sekaligus penyanyi tersebut, yang sedang menghadiri pemutaran perdana film Wicked: For Good di Asia pada 13 November. Lawan mainnya, Cynthia Erivo, berhasil merebutnya dari Grande.

Wen memiliki riwayat mengganggu konser dan acara selebritas, termasuk melompat ke atas panggung di konser Katy Perry di Sydney pada Juni tahun ini.

Insiden tersebut memicu kemarahan di Singapura, dengan banyak yang menuduh Wen membuat Grande trauma kembali.

Bintang pop tersebut telah berbicara tentang pengalamannya mengalami gangguan stres pascatrauma setelah serangan bom bunuh diri di konsernya di Manchester pada Mei 2017 yang menewaskan 22 orang dan melukai ratusan orang.

Selama persidangan Wen, pengadilan mendengar bahwa ia telah dua kali mencoba mengganggu pemutaran perdana film tersebut, menurut media Singapura.

Ia kemudian mencoba lagi untuk melompati barikade. Petugas keamanan menghentikannya dan menjatuhkannya.

Wen kemudian mengunggah video ucapan terima kasih kepada Grande karena telah mengizinkannya naik ke karpet dan mengatakan ia "bebas".

Polisi menangkapnya keesokan harinya dan mendakwanya dengan tuduhan mengganggu ketertiban umum, yang kemudian Wen mengaku bersalah.

Hakim Distrik Christopher Goh, dikutip oleh Channel News Asia, mengatakan bahwa Wen "mencari perhatian", menambahkan bahwa ia salah karena mengira ia tidak akan menanggung konsekuensi apa pun.

Grande belum berkomentar mengenai kasus ini.

Erivo berbicara tentang insiden tersebut kepada NBC, mengatakan bahwa ia "hanya ingin memastikan teman saya aman".

"Saya yakin dia tidak bermaksud menyakiti kami, tetapi kita tidak pernah tahu dengan hal-hal seperti itu, dan saya ingin memastikan bahwa dia baik-baik saja. Itu adalah insting pertama saya," katanya. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik