Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Dampak Ketegangan Jepang-Tiongkok, Rilis Dua Film Populer Jepang Ditunda

Thalatie K Yani
18/11/2025 10:57
Dampak Ketegangan Jepang-Tiongkok, Rilis Dua Film Populer Jepang Ditunda
Crayon Shin-chan(IMDB)

RILIS setidaknya dua film Jepang populer ditunda di Tiongkok. Hal ini  menyusul memanasnya hubungan kedua negara setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi terkait Taiwan. Penundaan tersebut diumumkan media pemerintah Tiongkok, CCTV.

Film yang ditunda termasuk Cells at Work! serta Crayon Shin-chan the Movie: Super Hot! The Spicy Kasukabe Dancers. CCTV tidak menjelaskan secara pasti apakah film animasi populer Demon Slayer: Infinity Castle akan ikut dihentikan penayangannya, namun menyebut penjualan tiketnya telah menurun seiring memburuknya situasi.

Takaichi, yang dikenal sebagai pengkritik keras Tiongkok dan aktivitasnya di kawasan, awal bulan ini menyampaikan Tokyo dapat mengambil tindakan militer jika Beijing menyerang Taiwan. Pernyataan tersebut memicu reaksi negatif dari publik Tiongkok dan berdampak pada industri hiburan Jepang di negara itu.

Menurut CCTV, distributor dan importir film di Tiongkok memutuskan menunda perilisan setelah mengevaluasi prospek film Jepang dan sentimen penonton lokal. Crayon Shin-chan the Movie: Super Hot! The Spicy Kasukabe Dancers, sebuah film komedi animasi tentang petualangan seorang bocah dan teman-temannya, sebelumnya dijadwalkan tayang dalam beberapa minggu ke depan.

Sementara Cells at Work!, film live action berdasarkan manga tentang sel-sel darah manusia yang melawan virus, juga ikut ditunda. CCTV tidak memberikan keterangan mengenai durasi penundaan.

Media pemerintah tersebut menambahkan Demon Slayer: Infinity Castle menghadapi “ketidakpuasan kuat dari penonton Tiongkok” setelah pernyataan Takaichi. Dalam sidang parlemen Jepang pada 7 November, Takaichi mengatakan, “Jika ada kapal perang dan penggunaan kekuatan, bagaimana pun Anda memikirkannya, itu dapat menjadi situasi yang mengancam kelangsungan hidup.”

Sebagai respons, Beijing kemudian mengimbau warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang serta meminta pelajar mempertimbangkan ulang rencana studi di negara tersebut dengan alasan risiko keamanan.

Ketegangan ini juga berdampak pada pasar keuangan Jepang. Saham sektor pariwisata, maskapai, dan ritel anjlok ketika investor menilai dampak potensi penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok. Tiongkok merupakan sumber wisatawan utama Jepang, dengan hampir 7,5 juta pengunjung dalam sembilan bulan pertama tahun ini.

Tiongkok memandang Taiwan sebagai provinsi yang akan kembali menjadi bagian dari negara tersebut. Beijing tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan, sementara banyak warga Taiwan melihat diri mereka sebagai bagian dari negara terpisah, meski mayoritas mendukung status quo tanpa deklarasi kemerdekaan maupun penyatuan. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya