Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dwayne Johnson Bangkit Setelah Black Adam, Fokus pada Peran Serius dan Tantangan Baru

Sekar Arum Pramudita
08/11/2025 13:41
Dwayne Johnson Bangkit Setelah Black Adam, Fokus pada Peran Serius dan Tantangan Baru
Tiga tahun setelah kegagalan Black Adam di box office, Dwayne Johnson mengaku tetap bangga dan menikmati prosesnya di DCEU. Meski sekuel dibatalkan.(Warner Bros)

TIGA tahun setelah keterlibatannya yang singkat dalam DC Extended Universe (DCEU) melalui film Black Adam, Dwayne Johnson merenungkan pengalaman tersebut dengan sikap positif. Meskipun film ini gagal di box office dan rencana awal untuk memperluas perannya di jagat superhero akhirnya dibatalkan, Johnson menegaskan ia menikmati setiap proses yang dijalani.

Dalam rekaman podcast The Hollywood Reporter's Awards Chatter di Chapman University, Orange County, aktor ini membahas perjalanan kariernya, mulai dari pegulat profesional hingga menjadi salah satu bintang Hollywood papan atas. Johnson juga menyinggung pengaruh pengalamannya di ring gulat terhadap peran-peran yang ia mainkan, termasuk Teth-Adam alias Black Adam, antihero DC yang menjadi salah satu peran menonjolnya.

“Saya merasa bukan hanya pengalaman saya sebagai ‘heel’ di ring gulat, tapi juga hampir seperti anti-hero yang akhirnya menjadi The Rock. Saya sangat senang membuat Black Adam. Kami bersenang-senang. Senang menciptakan karakter-karakter itu dan juga memperkenalkan karakter lain di universe itu. Sangat menyenangkan. Semoga universe itu berjalan baik dan berlanjut ke proyek lain,” ungkap Johnson.

Sayangnya, film Black Adam tidak mampu memenuhi ekspektasi. Dengan pendapatan global sebesar US$393 juta dibandingkan anggaran diperkirakan US$190–US$260 juta, film ini gagal balik modal.

Selain itu, ulasan kritis mayoritas negatif dengan skor 39% di Rotten Tomatoes, mengkritik pengembangan karakter dan plot yang dianggap generik. Meski respon penonton umum lebih positif dengan rating 87%, hal ini tetap tidak cukup untuk menyelamatkan film dari keputusan restrukturisasi DCU di bawah James Gunn dan Peter Safran, yang akhirnya membatalkan sekuel Black Adam.

Meski begitu, Johnson telah melangkah maju. Setelah Black Adam rilis pada 2022, ia semakin banyak menerima tawaran film berskala besar. Ia juga berupaya mengeksplorasi peran yang lebih serius dan dramatis. Transformasi ini terlihat jelas pada perannya dalam film A24 The Smashing Machine, yang mendapat pujian kritis dan salah satu standing ovation terpanjang di Festival Film Venesia 2025.

Johnson kini terlihat berhasil menemukan keseimbangan antara membintangi franchise besar dan mengambil peran dramatis yang menantang. Pendekatan ini membuatnya tetap sibuk dan relevan di industri film, meski tak lagi terlibat dalam proyek DCEU. Dengan fokus pada kualitas peran serta variasi karakter, karier Dwayne Johnson terus berkembang, menunjukkan kemampuannya untuk bangkit dan beradaptasi meski pernah menghadapi kegagalan sebelumnya. (Movie Web/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik