Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI dan penulis lagu Pugar Restu Julian kembali mempersembahkan karya terbarunya berjudul Nanti Juga Lupa, kali ini berkolaborasi dengan Rini Harsono.
Lagu ini resmi dirilis pada 31 Oktober 2025 di berbagai Digital Streaming Platform (DSP) seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan lainnya.
Nanti Juga Lupa adalah lagu yang sederhana tapi jujur — menggambarkan kebiasaan manusia yang sering larut dalam pikiran, perasaan, atau hal-hal kecil yang sebenarnya akan reda dengan waktu.
Melalui liriknya yang ringan dan apa adanya, lagu ini menjadi pengingat bahwa tidak semua hal harus diambil terlalu serius. Kadang, cukup istirahat dan percaya kalau... nanti juga lupa, nanti juga reda, nanti juga lega.
Ditulis dan diproduseri oleh Pugar Restu Julian (Uga), lagu ini menghadirkan suasana pop akustik yang hangat dengan balutan lo-fi dan elemen-elemen organik yang khas dari Uga.
Ia juga memainkan seluruh instrumen dan vokal latar, sementara Rini Harsono mengisi vokal utama dengan warna suara lembut dan emosional yang memperkuat pesan lagu.
“Lagu ini tentang berdamai dengan hal-hal kecil yang nyangkut di kepala. Kadang yang kita pikir besar, besok-besok malah gak terasa lagi,” ujar Uga.
Perpaduan karakter Uga dan Rini menciptakan keseimbangan unik: jujur, ringan, dan menenangkan.
Nanti Juga Lupa bukan sekadar lagu galau — tapi semacam soundtrack kecil untuk hidup sehari-hari, untuk menemani mereka yang sedang berproses, melepas, atau sekadar butuh diingatkan bahwa semua akan baik-baik saja. (Z-1)
Lewat lirik yang reflektif dan hangat, Hari Ini Aku Dulu dari Pugar Restu Julian dan Rini Harsono memberi pengingat bahwa menyisihkan waktu untuk diri sendiri bukan bentuk kemewahan.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved