Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah maraknya panggung-panggung besar yang silih berganti mewarnai industri musik Indonesia belakangan ini, Nadin Amizah, tanpa meninggalkan hingar bingar tersebut masih membuat panggung-panggung dengan skala yang lebih kecil dari umumnya, memperkenalkan musik di ruang yang lebih intim kepada mereka yang mendengar, melihat dan merasakan.
Melalui showcase yang diadakan pada 22 Oktober 2025 bertajuk Nadin Amizah & Ruang Kecilnya, ia kembali pada ruang-ruang yang menurutnya, adalah rumahnya. Ruang yang ia rasa dibuat khusus untuknya, dimasa ia tumbuh dan menjadi akar dari perjalanannya di musik.
“Aku sudah sering membuat acara yang dihadiri 100-300 orang, hari ini untuk Nadin Amizah & Ruang Kecilnya Ruang kecil yang memang tidak mudah untuk dibangun, namun ini yang kumaksud. kerinduannya sudah sangat besar, alhamdulillah bisa diwujudkan, senang kalian hadir. Terima kasih banyak” ungkap Nadin pada malam showcase tersebut berlangsung.
Membuka penampilan dengan lagu Hormat Kepada Angin yang diiringi oleh piano, Nadin tampil memukau dan terlihat sangat memiliki momen dan ruang malam itu.
Membawakan 17 lagu dari setiap era karyanya, ia menata apik emosi yang ingin ia sampaikan dengan turut serta mengajak musisi yang juga adalah idolanya dalam bermusik, Kunto Aji dan Panji Sakti menambah syahdu malam tadi.
“Ini yang aku maksud dari ruang kecil. Ruang yang memberikan kesempatan untuk memperhatikan satu per satu wajah yang hadir, berada lebih dekat dengan mereka, serta eksplorasi vokal yang jarang sekali bisa aku lakukan ketika aku berada di panggung yang lebih banyak penontonnya”. kata Nadin.
Karya yang ditampilkan bukan hanya tentang bagaimana lagu tersebut sampai pada telinga yang siap mendengar. Bukan juga perihal bagaimana megah karya tersebut dibawakan, melainkan karya itu sendiri yang berbicara dan menemukan rumahnya untuk menetap di tempat yang sederhana maupun penuh gemerlap. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Showcase ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan musik, tetapi juga refleksi perjalanan musikal Jalesdeva sejak terbentuk pada 2019.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved