Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Warung Pocong dijadwalkan tayang tahun ini di Bioskop, disutradarai Bendolt, film itu mengangkat cerita mistis yang tak asing di tengah masyarakat Indonesia, yaitu pesugihan. Ritual mistik yang dipercaya bisa digunakan untuk memperoleh kekayaan secara instan.
Diperankan oleh dua aktris cantik Shareefa Daanish dan Arla Ailani, kedua pemain itu berbagi pandangannya terkait praktik pesugihan. Keduanya sepakat tidak percaya pesugihan, bagi mereka kekayaan seharusnya datang dari kerja keras, bukan dari cara instant, apalagi yang bersinggungan dengan dunia gaib.
"Percaya nggak percaya, karena pernah dengar tapi nggak pernah lihat secara nyata,” ujar Shareefa dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (24/9).
Alih-alih percaya dengan pesugihan, perempuan berusia 42 tahun itu lebih percaya akan kerja keras. Shareefa pun mengenang masa kuliahnya yang penuh perjuangan, terutama saat ia harus membayar kuliah sendiri. Untungnya, tabungan dari hasil modeling bisa menutupi kebutuhan saat itu.
“Saya nggak pernah ngelakuin hal aneh demi dapat uang cepat,” jelasnya. “Buat saya pribadi, berusaha untuk tidak meminjam uang. Kalau memang harus, itu pilihan terakhir," tegas Shareefah.
Senada, Arla mengatakan bahwa ketika mendengar kata pesugihan, ia langsung terbayang ‘ruangan gelap penuh asap dan orang yang sedang merapal mantra’. Meski pernah mendengar kisah-kisah mistis, Arla belum pernah menemui bukti konkret praktik seperti itu di sekitarnya. “Mungkin memang ada, tapi aku nggak percaya,” kata Arla.
Bagi Arla rezeki sudah diatur oleh tuhan, dia pun berbagi kisah tentang berkat Tuhan yang pernah dia rasakan di masa-masa sulitnya. Perempuan berusia 23 tahu itu mengaku sempat mengalami masa sulit saat pandemi. Baru lulus SMA, keluarganya yang berkecimpung di dunia seni kehilangan banyak pekerjaan. Bersyukurnya, rezeki tetap datang selama tidak menyerah dan terus berpikir positif.
"Buat semua yang lagi struggle, jangan pernah putus asa. Kasih energi maksimal ke apa yang kalian kerjakan,” tegas Arla.
Baik Shareefah maupun Arla menolak mentah-mentah pilihan cara yang instan untuk mendapatkan uang. Baik itu pesugihan, utang yang sembrono, maupun tindakan yang merugikan orang lain, semua dianggap bukan pilihan hidup yang sejalan dengan nilai yang mereka pegang.
Meskipun bermain dalam film horor yang bersentuhan dengan tema pesugihan, sikap Shareefa dan Arla justru menunjukkan bahwa realitas hidup jauh dari kisah mistis. Bagi mereka, tidak ada shortcut untuk sukses, hanya ada kerja keras, kesabaran, dan keyakinan pada rezeki yang datang dari arah yang benar.
Menurut mereka hidup nggak pernah selalu mulus. Mereka pernah juga ada di posisi kepepet, mulai dari harus bayar kuliah sendiri, atau saat pandemi datang dan semua job mendadak hilang. Tapi di tengah tekanan itu, mereka nggak pernah ambil cara instan buat dapat uang. (H-3)
Pria berusia 29 tahun itu bercerita, kalau saat itu semua job stand-up dibatalkan, pemasukan terhenti total, bahkan di dompetnya cuma tersisa Rp8 ribu
FILM Warung Pocong merilis cuplikan perdana. Mengusung perpaduan antara horor dan komedi, film ini siap menyuguhkan pengalaman menonton bagi penikmat film Indonesia.
Sepanjang 2025 sempat muncul kekhawatiran minat penonton akan menurun terutama karena persaingan padat dan jadwal terbatas.
Film horor Penunggu Rumah: Buto Ijo resmi tayang di bioskop mulai hari ini, Kamis (15/1). Di tengah maraknya film horor Indonesia dengan adegan ekstrem.
Danur merupakan langkah awal Prilly Latuconsina bertransformasi dari aktris di industri sinetron ke film, berawal dari Danur pula, kini Prilly telah banyak mendapat kepercayaan di dunia film.
Kostum Buto Ijo dibuat seluruh badan (full body) dan dilapisi prostetik di hampir seluruh tubuh sang aktor.
Film horor Sinners karya Ryan Coogler menorehkan sejarah dengan memenangkan Cinematic and Box Office Achievement di Golden Globe Awards ke-83.
Produser dan penulis naskah suka membuat film dari creature-creature atau demit-demit Indonesia yang belum pernah diadaptasi ke film, seperti tuyul, lampir, dan kini buto ijo
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved