Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH meraih kesuksesan luar biasa dengan lagu-lagu seperti Nanti Kita Seperti Ini dan Kita Usahakan Lagi, grup musik folk-pop Batas Senja kembali menyapa pendengar dengan single terbaru berjudul Tidak Banyak Banyak, yang dirilis hari ini, Jumat (22/8) di seluruh digital streaming platform.
Lagu ini ditulis oleh Masitong, vokalis sekaligus penulis utama Batas Senja, yang dikenal dengan kemampuannya merangkai lirik sederhana namun penuh makna.
Kali ini, Masitong membawakan sebuah pesan tulus dari perspektif seorang ayah kepada anaknya—sebuah permintaan sederhana: jika kelak sang ayah pergi lebih dulu, jagalah ibumu.
Pesan yang dalam, menyentuh, dan sangat relevan untuk semua kalangan.
“Kami ingin lagu ini menjadi pengingat betapa pentingnya cinta dalam keluarga. Sesederhana seorang ayah yang tidak banyak meminta, hanya satu permintaan : jagalah ibu kalian,” ujar Masitong.
Dengan aransemen yang hangat dan lirik yang menyentuh, Tidak Banyak Banyak diharapkan menjadi lagu keluarga yang dapat menemani berbagai momen kehidupan, dari pertumbuhan anak hingga perpisahan yang tak terelakkan.
Lagu ini juga menjadi bagian dari perjalanan Batas Senja dalam menghadirkan karya-karya yang penuh nilai dan emosi. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved