Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM horor Pulung Gantung: Pati Ngendat akan tayang mulai besok, 6 Februari di bioskop. Film ini mengangkat urban legend dari Gunungkidul, Yogyakarta, yang telah lama menjadi cerita yang mengerikan bagi banyak orang.
Legenda tentang Pulung Gantung, yang dipercaya dapat mendorong seseorang untuk mengakhiri hidupnya, kini hadir dalam sebuah cerita yang memadukan ketegangan, misteri, dan perjuangan untuk bertahan hidup.
Berkisah tentang Rian (Andrew Barrett), yang pulang ke kampung halamannya setelah mendengar kabar duka sang ayah telah meninggal dunia.
Film horor ini memperkenalkan penonton pada perjalanan Rian yang tak hanya sarat dengan kesedihan, tetapi juga teror yang datang dari masa lalu. Rian tidak sendiri dalam perjalanan tersebut. Ia ditemani oleh teman-temannya, Ben (Michael Russell), Alana (Nadia Bulan Sofya), dan Elsa (Annisa Aurelia) untuk menemani prosesi pemakaman.
Namun, saat tiba di desa tersebut, Rian mendapati kampung halamannya kini berada di bawah kutukan yang menyeramkan: Pulung Gantung. Masing-masing dari mereka mulai merasakan ancaman dari fenomena misterius ini, yang tidak hanya mengancam nyawa mereka, tetapi juga mengungkap rahasia kelam yang tersembunyi di balik legenda tersebut. Bersama, mereka harus berjuang untuk bertahan hidup, dan berusaha mencari jalan keluar dari teror yang semakin mendekat.
Bukan hanya ceritanya yang mengerikan, di balik layar film Pulung Gantung Pati Ngendat juga menyimpan banyak kejadian mistis yang tak masuk akal. Simak beberapa fakta di balik layar pembuatan film bioskop Pulung Gantung: Pati Ngendat di bawah ini.
Film horor Pulung Gantung Pati Ngendat menggunakan tempat-tempat yang belum terjamah sekalipun bagi warga sekitar. Berlokasi di Gunungkidul, ada sebuah destinasi pantai dan gua yang memiliki keindahan memikat, namun aksesnya sangat sulit untuk dilewati.
“Kami sengaja memilih untuk syuting di tempat yang belum terjamah, bahkan belum digunakan oleh film-film lain. Tujuannya, supaya film ini memiliki daya tarik dari segi visual yang menampilkan keindahan alam di Gunungkidul,” ungkap sutradara Chiska Doppert dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Rabu, (5/2).
“Setiap detail dalam film ini, dari setting hingga tata suara, dirancang untuk memberikan pengalaman menonton yang mencekam dan tak terlupakan,” lanjutnya.
Kejadian yang membuat merinding lainnya adalah seminggu sebelum tim produksi datang, ada tragedi orang yang melakukan gantung diri tepat di dekat lokasi syuting yang akan digunakan.
“Jadi, sebelum syuting itu kami dikasih tahu kalau tidak jauh dari lokasi syuting kami ada orang yang melakukan gantung diri. Itu beneran bikin agak ngeri, sih,” ungkap salah satu pemeran Pulung Gantung: Pati Ngendat, Michael Russell.
“Tapi, overall selama syuting aman-aman aja walau ada “gangguan” dikit,” lanjutnya.
Selama melakukan syuting di lokasi gua, terdapat gangguan mistis yang dirasakan oleh kru dan para pemain.
“Waktu itu, semua jadi kayak emosian. Hal sepele bisa diributin, terus suasana syuting jadi enggak enak. Terus, tiba-tiba ada ular jatuh dari pohon. Padahal di pohon itu bersih kayak enggak ada sarangnya,” ujar Michael Russell.
“Kami merasa ada yang enggak beres karena take jadi enggak selesai-selesai, akhirnya coba panggil juru kuncen gitu dan ternyata bener, katanya penunggu di situ agak kurang suka sama kehadiran kami,” lanjutnya.
Ketika melakukan satu adegan, Annisa Kaila yang berperan sebagai Elsa terdorong kuat hingga menyebabkan cedera di siku.
“Aku merasa kayak ada yang dorong aku kenceng banget sampe tangan aku keseleo, padahal di kamera, Bulan (Nadia Bulan Sofya) itu dorong aku enggak kuat,” ungkap Annisa Kaila.
“Sempat break dulu karena tanganku sakit banget, tapi selebihnya aman dan aku bisa selesaikan bagianku,” lanjutnya.
Tak hanya horor, film ini juga menyentuh tema persahabatan, keberanian, dan pertaruhan hidup mati.
(Z-9)
Disclaimer: Tulisan ini bukan dimaksudkan menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Jika Anda merasa depresi, berpikir untuk bunuh diri, segera konsultasikan segala masalah Anda ke tenaga profesional seperti psikolog, klinik kesehatan mental, psikiater, dan pihak lain yang bisa membantu.
Layanan konseling darurat 24 jam:
• Menelepon 119 Ext 8
• Chat Whatsapp 081380073120
• Chat via healing119.id
Sepanjang 2025 sempat muncul kekhawatiran minat penonton akan menurun terutama karena persaingan padat dan jadwal terbatas.
Film horor Penunggu Rumah: Buto Ijo resmi tayang di bioskop mulai hari ini, Kamis (15/1). Di tengah maraknya film horor Indonesia dengan adegan ekstrem.
Danur merupakan langkah awal Prilly Latuconsina bertransformasi dari aktris di industri sinetron ke film, berawal dari Danur pula, kini Prilly telah banyak mendapat kepercayaan di dunia film.
Kostum Buto Ijo dibuat seluruh badan (full body) dan dilapisi prostetik di hampir seluruh tubuh sang aktor.
Film horor Sinners karya Ryan Coogler menorehkan sejarah dengan memenangkan Cinematic and Box Office Achievement di Golden Globe Awards ke-83.
Produser dan penulis naskah suka membuat film dari creature-creature atau demit-demit Indonesia yang belum pernah diadaptasi ke film, seperti tuyul, lampir, dan kini buto ijo
Dalam film horor Sosok Ketiga: Lintrik, yang akan tayang di bioskop pada 6 November 2025, Atiqah berperan sebagai Mbah Ayu, seorang dukun lintrik.
HITMAKER Studios kembali menghadirkan karya terbaru film horror berjudul Getih Ireng. Film ini mengusung cerita yang diangkat dari thread di media sosial X (dulu Twitter) dari akun @JeroPoint.
Netflix rilis trailer terbaru Frankenstein karya Guillermo del Toro. Film debut di festival besar dan diprediksi jadi kandidat Oscar.
BAGAIMANA rasanya terjebak di sebuah rest area misterius dan mendapatkan teror bertubi-tubi dari hantu kresek sepanjang malam? Teror itu dihadirkan dalam film horor baru Rest Area
Maryam: Janji & Jiwa Yang Terikat diadaptasi dari podcast viral Lentera Malam berjudul Belenggu Jin Kafir.
Film ini diadaptasi dari thread viral Kelanara Studio di Twitter/X berjudul Kosan Berdarah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved