Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
NINO Kayam, baru saja melepas masa lajangnya dan sempat menggegerkan jagat maya ketika ia tiba-tiba mengunggah foto pernikahan. Sebab, sang istri juga tak pernah mejeng di feed Instagramnya. Nino juga jadi anggota trio RAN setelah Rayi dan Asta yang terakhir menikah.
Di album terbaru RAN, Nino pun seperti curhat dengan memasukkan lagu berjudul Kapan?, yang terinspirasi dari momen ketika ia kerap ditanya kapan menikah. Ini juga seolah mewakili perasaan para pendengar yang juga sedang mengalami momen sama dengan Nino ketika itu.
“Sebenarnya, salah satunya pas nulis lagu Kapan?, itu lagu tentang pertanyaan kapan menikah. Memang kebetulan waktu itu satu-satunya yang belum menikah itu gue. Tadinya enggak ada proyeksi di kepala, kalau dalam waktu dekat akan menikah. Jadi kayak, yaudah lah tulis aja. Biarin aja orang make lagu ini buat ngatain gue pas lagunya rilis. Tapi alhamdulillahnya ternyata jodohnya datang sebelum lagunya rilis. Jadi enggak valid lagi, enggak bisa buat ngatain,” kelakar Nino saat ditanya seusai sesi dengar album Teater Nestapa di CGV Fx Sudirman, Jakarta, Rabu, (16/10).
Penggarapan album Teater Nestapa, setidaknya memakan waktu tiga tahun. Pengumpulan materi telah dilakukan sejak pandemi. Personel RAN, Rayi, Asta, dan Nino juga harus menjalani kamp untuk memfokuskan materi-materi di album barunya sebanyak dua kali. (M-4)
VOKALIS grup band Gigi, Armand Maulana dipercaya menjadi saksi pernikahan dari personel RAN, Nino Kayam dengan sang istri Dhabitannisa Auni.
USAI merahasiakan hubungan romansanya, personal RAN, Nino Kayam, akhirnya mengumumkan secara publik dengan mengunggah foto pernikahannya. Nino menikah dengan Dhabitannisa Auni.
Single Nikmati Rindunya menjadi semacam eksplorasi curahan hati sekaligus kerinduaan dari seorang Nino yang telah ditinggalkan ayahnya.
Hingga saat ini, MK mengaku belum memiliki alasan kuat dan mendasar untuk mengubah pendirian hukumnya terkait aturan pernikahan di Indonesia.
Selain kemandirian finansial, standar sosial di Indonesia juga turut memperberat pertimbangan generasi muda untuk menikah.
Konsep yang selama ini identik dengan skala besar dan format konvensional mulai bergeser menuju pernikahan yang lebih terkurasi, berskala kecil, dan menekankan kualitas pengalaman.
Pasangan pengantin di Jakarta Barat tetap menggelar resepsi pernikahan meski banjir setinggi lutut merendam lokasi acara.
Dalam keluarga dengan tingkat literasi rendah mengenai pendidikan dan kesehatan reproduksi, pernikahan dini sering kali dianggap sebagai solusi instan menuju kedewasaan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved