Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH album yang sangat langka sehingga hanya sedikit orang yang pernah mendengarkannya akan dipamerkan di Australia.
Ditempatkan dalam sebuah wadah perak, album Once Upon a Time in Shaolin, yang direkam secara rahasia oleh Wu-Tang Clan selama 6 tahun, didesain sebagai sebuah barang seni. Hanya ada satu CD yang tersedia di dunia.
Album yang direkam oleh grup hip hop itu merupakan album termahal di dunia. Saat ini, album itu tengah dipinjamkan ke Museum of Old and New Art di Tasmania.
Baca juga : Single One Bad Day Jadi Pembuka Album Baru Pamungkas
Selama 10 hari pada Juni mendatang museum itu akan menggelar sebuah acara untuk mendengarkan isi album itu yang berdurasi 30 menit.
Album itu menjadi bagian dari Pameran Namedropping, yang menampilkan status, keterkenalan, dan perburuan manusia.
"Dalam beberapa kesempatan, sebuah benda di planet ini memiliki nilai mistis yang melampaui nilai materialnya," ujar Direktur Kurasi Museum of Old New Art Jarrod Rawlins.
"Once Upon a Time in Shaolin lebih dari sekadarr album. Karenanya, saya bekerja keras untuk mendapatkannya untuk pameran ini," lanjutnya.
Direkam di New York City dan diproduksi di Marrakesh antara 2006 dan 2013, Once Upon a Time in Shaolin menampilkan kesembilan anggota Wu-Tang Clan dan menampilkan Cher serta aktris Game of Thrones, Carice Van Houten. (bbc/Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved