Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI dan penulis lagu Farhan Zubedi mengungkapkan inspirasinya dalam membuat lagu balada-pop, Hilang Arti.
Farhan, Senin (13/5), mengungkapkan bahwa lagu itu dibuat pada 2022, ketika dia sedang mengalami krisis eksistensi.
"Lagu ini aku buat pada 2022 lalu dan saat itu aku sedang berada di fase mental stage yang breakdown. Jadi merasa krisis eksistensi diri, mempertanyakan ini karier sama hidupku mau dibawa ke mana?" katanya.
Baca juga : Farhan Zubedi Rayakan Titik Rendah Kehidupan Lewat Hilang Arti
"Somehow pernah di fase itu dan setelah aku berdiri lagi secara rasional, akhirnya aku menuangkan pengalaman itu ke lagu tersebut," tambahnya.
Baca juga : Uap Widya Bicara Soal Cinta Lewat Single Worth
Farhan mengatakan, ketika memasuki usia 30 tahun, dia bingung menentukan jalan hidup meski telah menjadi seorang dokter dan kreator konten kesehatan di TikTok.
Ketika itu, Farhan merasa sedang berada dalam titik terendah dan paling melelahkan dalam hidup, serta sering merasa kesepian walau berada dalam keramaian.
Dia merasa ada yang tidak beres dalam dirinya, sehingga memutuskan untuk berkonsultasi ke psikolog.
Baca juga : Kolaborasi Arnando Putra dan Frank Pattinasarany Hasilkan Single Blessing in Disguise
Ketertarikan pada musik dan menulis selanjutnya mendorong Farhan untuk menulis lirik lagu.
"Judul lagunya Hilang Arti. Jadi, aku kayak mencari arti kehidupan ini apa? Mungkin sebagian orang bilang ini berat, tapi banyak juga yang mengalami sebenarnya," kata lulusan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh itu.
Dengan bantuan seorang kenalan, Farhan berkenalan dengan komposer musik dan setelahnya Sony Music Entertainment Indonesia menyampaikan ketertarikan untuk merekrut dia sebagai penyanyi.
Baca juga : David Foster akan Kembali Gelar Konser di Indonesia
Farhan kemudian mendapat kesempatan untuk rekaman dengan bantuan dari produser musik Adrian Rahmat Purwanto.
Lagu Hilang Arti, yang berdurasi 3 menit 24 detik, tersedia di platform pemutaran musik digital sejak 22 Maret 2024.
Meski butuh waktu setahun sampai dapat memperkenalkan lagu ciptaannya, Farhan mengaku puas karena karyanya dapat dinikmati dan direspons positif para pendengar.
"Banyak yang re-share dan buat story dari lagu itu, biasanya akan aku balas it's ok to be at this moment, karena kamu manusia, sudah sewajarnya merasakan ini. Jangan dilawan dan bersikap tegar, kalau sedih enggak apa-apa, emosi positif dan negatif harus kita rasakan sebagai manusia," katanya.
Farhan berharap lagu Hilang Arti dapat menjadi penghibur bagi pendengar yang pernah merasakan hal yang serupa dengannya.
"Ini adalah hal yang bersifat temporary atau sementara. Jadi, rasa capek, rasa lelah pasti ada, tapi jangan sampai buat kita terpuruk ke bawah," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Cakra Khan menilai bahwa setiap komposisi lahir dari tujuan dan makna mendalam yang tidak boleh luntur begitu saja.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Hilang Arti bisa dikatakan sebagai bentuk perkenalan diri yang unik sekaligus mencengangkan dari seorang Farhan Zubedi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved