Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDAKWAH, Model, Pengusaha dan Aktris Peran Oki Setiana Dewi telah mengambil keputusan besar untuk pindah bersama keluarganya secara bertahap ke negara Mesir setelah menjalankan ibadah Haji tahun ini.
Bukan tanpa alasan, perempuan 35 tahun itu mengungkapkan Mesir adalah tempat yang istimewa bagi dirinya beserta keluarga kecilnya. Ia bersama anak-anaknya pun sudah beberapa kali mengunjungi negeri seribu menara itu.
“Mesir istimewa, yang enggak bisa saya jelaskan, berbeda dengan negara-negara lain. Anak-anak juga sudah sering dibawa ke Mesir dan (sempat) sebulan di Mesir, jadi anak-anak punya pengalaman mengenai Mesir,” ujar perempuan lulusan UIN Jakarta itu di Jakarta, Selasa (19/3).
Baca juga : Menag Yaqut Cholil Qoumas Bertolak ke Arab Saudi, Cek Kesiapan Haji dan Pastikan Regulasi Umrah Backpacker
Mengenai perpindahannya ini, Oki Setiana Dewi sudah merencanakannya sejak lama dari dua tahun yang lalu, baginya Mesir adalah negara yang cocok bagi keluarganya untuk mempelajari Islam. Ia pun sudah memikirkan mengenai berbagai urusan anaknya mulai dari pendidikan, rumah hingga penghasilan serta kegiatan dalam melanjutkan dakwahnya.
“Alasan kenapa kami mau pindah ke Mesir sebenarnya ini bukan mendadak, sebenarnya ini sudah dipersiapkan dari bertahun-tahun yang lalu. Karena ingin belajar di tempat menurut kami sekeluarga, tempat yang baik dan banyak guru dituju,” jelasnya.
Lebih lanjut, Oki mengungkapkan proses perpindahan keluarganya akan berjalan secara bertahap. Tahap awal, Oki akan lebih dulu pindah bersama dua anaknya, Maryam dan Khadeejah. Lalu akan diikuti oleh suaminya, Ory Vitrio, serta kedua putra mereka, Ibrahim dan Sulaiman.
Baca juga : Tingkatkan Kenyamanan Jamaah Haji, Kemenag Pindahkan Penempatan Jamaah ke Muaishim
Selain itu, Oki juga mengaku telah terpikat dengan Mesir sejak dirinya bermain dalam film Ketika Cinta Bertasbih pada 2008. Di film tersebut, ia memerankan salah satu karakter utama yaitu Anna, seorang mahasiswa di Al Azhar.
“Adanya universitas top yakni Al Azhar dan disana banyak ulama, ada banyak juga orang Indonesia yang membuat saya betah setiap ke Mesir dan akhirnya yakin untuk pindah ke Mesir. Di sana juga ada banyak guru agama besar yang akan membuat saya lebih mudah dalam mengenalkan Islam kepada anak-anaknya dan menjadikan anak-anak ahli agama,” tuturnya.
Kendati demikian, Ibu dengan tiga anak itu mengaku meski nantinya pindah ke Mesir, ia akan tetap pulang pergi dari Mesir ke Indonesia untuk mengurusi beberapa hal karena tak sepenuhnya meninggalkan pekerjaannya di Indonesia sebagai pendakwah maupun pengusaha. Kakak Ria Ricis tersebut diketahui memiliki pesantren dan sejumlah bisnis yang masih aktif di Indonesia.
Baca juga : Tantangan Penyelenggaraan Ibadah Haji Meningkat, Petugas Haji Harus Siap 24 Jam
“Insyaa Allah kalau ada rezeki pasti bolak-balik juga ke Indonesia karena masih banyak hal yang ada di Indonesia, tentu kalau ada dakwah, kalau ada beberapa pekerjaan, ada beberapa bisnis yang masih harus terus dikerjakan dikontrol dan dihadiri,” jelasnya.
Kakak Ria Ricis ini mengaku sengaja membawa anak-anaknya yang masih kecil untuk pindah tinggal di Mesir. Sebab dengan begitu anak-anak Oki bisa lebih mudah beradaptasi dan bisa lebih awal belajar bahasa Arab selama tinggal di Mesir.
“Menurut saya jauh lebih baik (saat usia anak masih kecil). Karena lebih cepat, semakin lebih mudah menyerap pelajaran. Bisa aja sih anak-anak nanti udah usia berapa mungkin pindahnya,“ ujar Oki.
Baca juga : Wamenag Ingatkan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tolok Ukur Keberhasilan Kementerian Agama
Oki juga sudah mengkomunikasikan kepada anak-anaknya maupun keluarga besarnya, sehingga keputusannya ini pun sudah diketahui oleh keluarga besarnya. Dalam hal ini, keluarga menyambut baik keputusan tersebut.
“Berkomunikasi sama anak-anak, ‘dua tahun lagi kita pindah ke Mesir’ ‘Nak, empat bulan lagi kita pindah ke Mesir’ jadi diberitahu ke anak-anak, biar nggak kaget karena menurut saya kalau ada kesempatan sejak dini bisa pindah, kenapa enggak? Supaya bisa belajar lebih awal, anak-anak kan kalau belajar khususnya bahasa lebih cepat,” jelasnya.
Oki menjelaskan bahwa selama dua tahun belakangan ini dirinya sudah melakukan beberapa persiapan terkait perpindahan ke Mesir. Persiapan tersebut di antaranya meliputi finansial, ilmu (bahasa), dan juga mental.
“Termasuk mempersiapkan rumah selama tinggal di Mesir. Kemudian, untuk persiapan ilmu, anak-anak dan suami sudah belajar bahasa Arab selama dua bulan belakangan ini. Saya sendiri juga kini belajar untuk memfasihkan dirinya berbahasa Arab,” ujarnya. (Z-3)
Keseimbangan antara karier ibu bekerja dan pengasuhan sangat ditentukan oleh seberapa kuat dukungan keluarga.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus lebih dari sekadar penyediaan kebutuhan material, tetapi juga trauma healing
RIANTI Cartwright memilih merayakan Natal 2025 dengan cara sederhana bersama keluarga di rumah.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Kristiani memaknai Natal tahun ini sebagai panggilan untuk kembali merawat keluarga
Evaluasi kesehatan harus dilakukan lebih mendalam jika rencana liburan melibatkan orang tua atau lansia.
Zendaya habiskan waktu libur akhir tahun bersama keluarga Tom Holland di London.
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mampu menghadirkan layanan secara nyata di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved