Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KLAIM rasisme oleh Pangeran Harry dan Meghan Markle memunculkan kontroversi di Buckingham Palace. Kini muncul tuduhan terhadap Raja dan Putri Wales terkait rasisme yang diberikan kepada Pangeran Archie mencuat di media.
Dengan munculnya pemberitaan tersebut akan meruntuhkan pondasi monarki. Klaim mantan kepala perlindungan kerajaan, Dai Davies.
Davies merupakan mantan komandan divisi di Metropolitan Police yang bekerja dengan Ratu Elizabeth dan anggota senior kerajaan, mengatakan adanya "narasi palsu" yang diciptakan tentang komentar yang diduga dilontarkan oleh Raja dan Putri Wales. Adanya kontroversi tersebut dapat merusak citra kerajaan.
Baca juga: Dihadapan Veteran Militer, Pangeran Harry Lakukan Debut Komedi
"Ada narasi palsu yang diumbar tentang rasisme di istana. Tidak aneh sama sekali untuk bertanya seperti apa warna kulit bayi itu akan terlihat," ujar Davies
"Apa yang dilakukan Duke dan Duchess adalah memberikan dukungan kepada mereka yang ingin menggantikan monarki dan menghapusnya. Mereka merusak pondasi institusi ini. Kecuali ada rasa hormat terhadap Raja dan apa yang diwakilinya, segala sesuatu di sekitarnya akan runtuh," lanjutnya
Baca juga: Pangeran Harry-Meghan Markle Putuskan Persahabatan dengan David dan Victoria Beckham
Mencuatnya pernyataan tersebut, respon Pangeran Harry dan Meghan tetap bungkam. Identitas terkait kasus rasisme ini pertama kali muncul dalam terjemahan bahasa Belanda buku Endgame karya Omid Scobie, sebelum kemudian dilaporkan organisasi berita di seluruh dunia.
Saat ini sejumlah tekanan datang kepada Sussex Untuk menarik diri dari publik dan buku Scobie guna membatasi kerusakan potensial pada monarki.
"Menarik bahwa mereka belum membantah klaim dalam buku dan klaim keterlibatan mereka dalam penulisannya" ujar Ingrid Seward, sejarawan kerajaan dan editor-in-chief Majesty magazine, mengatakan:
"Saya menyarankan mereka membuat pernyataan pribadi mengatakan bahwa mereka tidak ada hubungannya dengan buku ini dan rumor serta sindiran yang tidak menyenangkan." Lanjutnya
Sussex sebelumnya bersikeras Pangeran dan Duchess tidak mengatakan komentar atau keduanya mengucapkan kata "rasis", namun setelah muncul nama tersebut Sussex bungkam.
Akibat dari munculnya muatan tersebut akan membuat popularitas Sussex terus menurun setiap harinya. Ditambah dari pihak istana tidak ingin merespon hal tersebut karena hanya akan menambah kegaduhan.
Dickie Arbiter, mantan juru bicara pers Ratu Elizabeth, menyatakan bungkamnya Sussex hanya akan menghancurkannya. "Anda pikir mereka akan mengatakan sesuatu sekarang mereka telah diungkap, untuk menjauhkan diri dari kekacauan ini, meskipun sekarang mungkin sudah terlambat."
Spekulasi dan perbedaan yang terjadi antara Meghan Markle dan buku Omid Scobie sebelumnya semakin membuat kompleksitas situasi. Dalam menghadapi perdebatan ini, Buckingham Palace sedang mempertimbangkan dampaknya yang akan terjadi terhadap citra keluarga kerajaan nantinya. "Pihak kerajaan sedang mempertimbangkan semua opsi" ujar AFP.
Dalam wawancara Oprah Winfrey, Meghan mengatakan hanya satu orang yang membuat komentar tentang warna kulit Pangeran Archie, bukan dua orang seperti yang dijelaskan Scobie dalam bukunya.
Menanggapi hal tersebut Piers Morgan memberitahu penonton pada acara Talk TV-nya "Uncensored" pada Rabu malam itu. "Saya tidak percaya bahwa ada komentar rasis yang pernah dilontarkan oleh anggota keluarga kerajaan mana pun. Dan sampai ada bukti nyata bahwa komentar itu dibuat, saya tidak akan pernah percaya," ujar Piers Morgan.
Awalnya kasus ini beredar saat Harry dan istrinya mengatakan ada kasus rasisme terhadap perbedaan warna kulit yang terjadi di kerajaan saat diwawancara oleh televisi AS. Setelah muncul pemberitaan tersebut, muncullah kontroversi yang terjadi pada Maret 2021.
Menanggapi perihal tersebut, sebelum wafat Ratu Elizabeth II merespons bahwa "beberapa kenangan mungkin berbeda tentang apa yang dikatakan". Pangeran William sebagai kakak tertua dan pewaris takhta ayah mereka, Raja Charles III juga bersikeras membela bahwa kerajaan tidak pernah melakukan rasisme.
Sebelum kasus ini muncul, Harry dan Meghan Markle keluar dari istana pada awal 2020 dan pindah ke Amerika Utara. Saat kepindahannya itu, keduanya membantah jika terjadi rasisme di kekerajaan. Namun kontroversi tersebut kembali muncul karena Omid Scobie dilaporkan menyebutkan dua anggota keluarga kerajaan memaksa dua edisi buku tersebut untuk dicabut.
Scobie memberi pembelaan bahwa di dalam buku "Endgame" versi bahasa Inggrisnya, dia tidak menyebutkan anggota keluarga kerajaan karena alasan hukum.
Dikutip dari web Daily Mail, Saskia Peeters selaku penerjemah buku saat itu pun mengatakan bahwa nama-nama itu sudah ada dalam naskah yang dikirimkan kepadanya.
"Sebagai penerjemah, saya menerjemahkan apa yang ada di depan saya," kata Saskia Peeters
"Nama-nama anggota keluarga kerajaan itu ada di sana dengan jelas. Saya tidak menambahkannya. Saya hanya melakukan apa yang dibayar untuk saya lakukan, yaitu menerjemahkan buku dari bahasa Inggris ke bahasa Belanda." Lanjutnya, kutipan ini diambil dari MailOnline.
Piers Morgan selaku mantan editor surat kabar Inggris, menantang klaim rasisme tersebut. Hal ini memicu pertimbangan langkah-langkah lebih lanjut yang diambil oleh keluarga kerajaan. Omid Scobie sebagai penulis buku kontroversial kini harus menghadapi potensi tuntutan fitnah.
Keluarga kerajaan akan menghadapi tantangan serius dalam menjaga integritas dan citra institusi mereka di tengah eskalasi konflik yang sedang memanas. (Z-3)
Menilik kartu Natal keluarga kerajaan Eropa tahun 2025. Dari Pangeran William hingga Raja Charles, semua mengusung tema keakraban yang santai.
Meghan Markle dan Pangeran Harry melibatkan Archie dan Lilibet dalam kegiatan sosial menyiapkan makanan untuk komunitas Los Angeles bersama OBKLA.
Biografi terbaru mengungkap peringatan tegas Pangeran Philip kepada Pangeran Harry saat mengumumkan pertunangannya dengan Meghan Markle.
Setelah enam tahun vakum dari dunia akting, Meghan Markle kembali bermain film lewat proyek Amazon MGM “Close Personal Friends” bersama Brie Larson dan Henry Golding.
Pangeran Harry meminta maaf kepada Kanada setelah memakai topi Los Angeles Dodgers saat menghadiri pertandingan World Series melawan Toronto Blue Jays.
Pangeran Harry dilaporkan mengalami insiden berbahaya saat seorang perempuan penguntit berhasil mendekatinya dalam dua acara publik di London.
Joe Willock menjadi sasaran akun anonim setelah gagal memanfaatkan peluang emas di menit-menit akhir pertandingan laga antara Newcastle United dan Crystal Palace di St James' Park.
La Liga kembali diguncang isu rasisme setelah Marcus Rashford jadi sasaran chant rasis saat laga Barcelona vs Real Oviedo.
Naomi Osaka mengecam komentar rasisme Jelena Ostapenko di AS Terbuka 2025.
Tel, yang baru berusia 20 tahun, menjadi sasaran komentar bernada rasial usai Spurs kalah dalam adu penalti melawan PSG pekan lalu.
Mathys Tel menjadi sasaran pesan-pesan kasar di media sosial setelah Spurs kalah 4-3 dari Paris Saint-Germain (PSG) melalui adu penalti setelah sempat unggul dua gol di waktu normal.
Video polisi pukul pengemudi kulit hitam di Jacksonville, Florida, viral dan picu kemarahan publik. Kasus ini soroti kekerasan berlebihan & rasisme sistemik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved