Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HIATUS Mantra, komplotan Stoner Doom asal Kota Malang, akhirnya merilis track paling anyar mereka bertajuk Marka Titimangsa. Sebelumnya, 3 single yang telah dilepas; Pandemi & Ologarki (2021), Kontemplasi (2021), dan Getih (2022), yang katanya sebagai isyarat era barunya Hiatus Mantra setelah cukup lama hiatus sekaligus memaknai perubahan rasa dalam karya yang mereka sampaikan.
Jika ditelusuri dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Marka diartikan sebagai tanda jalan dan Titimangsa berartikan masa atau waktu. Sedangkan Marka Titimangsa, bagi Hiatus Mantra dimaknai sebagai suatu bentuk kelahiran.
“Kami ingin menyampaikan suatu ritus persembahan atas apa saja yang pernah dilakukan, untuk suatu kepasrahan yang buram hingga tiba waktunya segala pertanyaan akan mendapatkan jawaban,” ungkap Hiatus Mantra.
Baca juga: Anggun Raih Penghargaan Musik Bergengsi di Italia
Beberapa hal yang membuat single ini terhambat perilisannya, menurut mereka, ada di waktu produksi dan juga saat proses editing video.
“Sebagian besar file dokumen video ada yang corrupt, jadi kami hanya menggunakan data yang terselamatkan agar tetap bisa dijadikan satu format dalam bentuk video musik, audionya pun masih menggunakan hasil rekaman raw version,” ungkap Erfan.
Marka Titimangsa dari sisi komposisi menggabungkan beberapa elemen, mulai Doom Metal eranya Candlemass hingga Monolord, berlanjut dengan menenggelamkan paraunya fuzz pada tensi Eyehategod hingga High on Fire.
Baca juga: Suara Kayu Berkolaborasi dengan Project Pop Rilis Istimewa di Hati
Sedangkan untuk proses pengerjaan lagu ini mulai dari; tracking, editing dan mastering digarap di Vamos Record Studio, Kota Malang.
Pada 2018, di awal masa kelahiran Hiatus Mantra, band ini bisa dikatakan hanya sebagai proyek solo dari Erfansyah Anandata. Arah musiknya saat itu ada di jalur Rock Alternative hingga Post Grunge. 2021, formasinya baru menjadi sepenuhnya utuh, dan saat ini beranggotakan Erfansyah Anandata (Gitar & Vokal), Duriat Permono (Bass), Yasa Wijaya (Drum), serta lebih menempuh ke jalur Stoner Doom hingga Doom Metal.
Akhir tahun lalu, mereka masuk jadi pengisi deretan penampil dan perform di main stage salah satu hajatan besar musik di Kota Gudeg, JogjaROCKarta Festival.
Video lirik Marka Titimangsa per 31 Agustus 2023 mendatang akan resmi tayang di kanal YouTube Hiatus Mantra. Mereka juga menyampaikan, album penuh berisikan 12 lagu akan dirilis dalam waktu dekat. (RO/Z-1)
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Siapa Boiyen? Ini profil lengkap Yeni Rahmawati, komedian dan pedangdut yang kini jadi sorotan usai menggugat cerai suaminya di PA Tigaraksa.
Baru seumur jagung, pernikahan Boiyen dan Rully Anggi Akbar kandas di meja hijau. Simak fakta persidangan dan jadwal sidang lanjutannya di sini.
Kisah inspiratif 7 selebritis dunia yang memulai karier dari jalanan (pengamen). Dari Rod Stewart hingga Ed Sheeran, simak perjuangan mereka menembus industri hiburan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved