Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENULIS kenamaan Jepang Haruki Murakami akan merilis novel pertamanya dalam temp enam tahun pada April mendatang. Hal itu diumumkan penerbit Shinchosha, Rabu (1/2).
Hanya sedikit detail yang diungkapkan mengenai novel pertama Murakami sejak Killing Commendatore, yang terbit pada Februari 2017.
Dalam pernyataan singkat dalam bahasa Jepang, Shinchosha mengatakan karya baru Murakami itu akan terbit pada 13 April tanpa menyebut judul maupun plotnya.
Baca juga: Cukilan dari Novel Terbaru Salman Rushdie Dirilis
Buku itu rencananya akan diterbitkan pertama dalam bahasa Jepang sebelum edisi terjemahan menyusul kemudian.
Murakami adalah penulis kenamaan yang sejak lama dijagokan untuk memenangi Nobel Sastra.
Penulis berusia 74 tahun itu memiliki banyak penggemar karena bukunya telah diterbitkan dalam lebih dari 50 bahasa.
Shinchosha mengatakan plot buku baru Murakami sengaja dirahasiakan karena sang penulis berharap para pembacanya tidak terkena spoiler. (AFP/OL-1)
Pidi Baiq mengungkapkan kembali menulis lanjutan kisah Dilan lantaran dorongan masih banyak orang-orang yang menanyakan kelanjutan kisah tersebut.
Karya ini berisikan hasil riset dan penulisan selama dua dekade yang mendalam dan kaya imajinasi historis.
Film ini diambil dari novel Tabayyun karya Ilyas Bachtiar.
Temukan novel terbaik! Rekomendasi bacaan menarik, bikin ketagihan, dan penuh inspirasi. Jelajahi dunia baru lewat kata!
Novel biasanya ditulis dalam gaya naratif dan memiliki struktur yang lebih luas dibandingkan cerpen.
Novel biasanya terdiri dari beberapa bab dan memiliki jumlah kata yang lebih banyak dibandingkan cerpen. Membaca novel juga bisa dengan mudah melalui aplikasi di HP.
Banyak karya akademik yang ia tangani berubah menjadi buku yang lebih komunikatif dan dapat dibaca masyarakat luas.
IRCOMM Group menghadirkan program khusus bagi peneliti dan akademisi. Sebanyak 12 penulis terpilih yang berhasil submit dan lolos tahap editorial review akan mendapatkan sejumlah manfaat.
Menurut Oh Su Hyang, berbicara itu bukan hanya tentang menyusun kata tapi juga bagaimana berbicara itu bisa memikat orang atau bahkan bermakna bagi orang.
PENULIS asal Korea Selatan, Oh Su Hyang, yang dikenal lewat buku laris Bicara Itu Ada Seninya, ternyata punya kebiasaan yang luar biasa yaitu membaca hingga 70 buku setiap bulan.
Dikenal lewat bukunya yang populer Bicara Itu Ada Seninya, Oh Su Hyang ternyata punya masa kecil yang jauh dari kata mudah.
Prof Agus telah menulis dan menerbitkan 11 buku yang membahas berbagai topik seputar politik, keamanan, dan hubungan internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved