Senin 07 November 2022, 21:16 WIB

Gelaran Malam Budaya Betawi Upaya Lestarikan Budaya Indonesia

Selamat Saragih | Hiburan
Gelaran Malam Budaya Betawi Upaya Lestarikan Budaya Indonesia

MI/Selamat Saragih
Owner KOPI BS, Brando Susanto

 

SEIRING dengan perkembangan zaman, kini banyak budaya Betawi yang terancam hilang, seperti rumah adat, pakaian, tarian, musik, permainan tradisional, bahkan ikon Betawi seperti ondel-ondel.

Zaman ini juga menjadi tantangan besar bagi seluruh kearifan lokal. Dalam hal ini, budaya Betawi menjadi salah satu menerima dampak paling besar, karena berada di pusat Ibu Kota Negara, pintu masuk utama perubahan zaman dan budaya asing ke Tanah Air.

Berangkat dari keprihatinan tersebut juga, salah satu Coffeshop Kopi Nusantara KOPI BS dan Rumah Makan Kuliner Kerakyatan BOS SAMBAL bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Malam Mingguan di Kopi BS dengan tema Malam Budaya Berbasis Komunitas Jakarta, Sabtu (5/11).

Owner KOPI BS, Brando Susanto, yang juga penggagas acara Malam Budaya Berbasis Komunitas Jakarta dalam sambutannya mengatakan, pelestarian budaya Betawi harus menjadi perhatian semua kalangan.

Hal itu mengingat kita adanya payung hukum yang bisa dijadikan landasan untuk menunjang eksistensi dari kebudayaan Betawi di DKI Jakarta. Sesuai Perda No 4/2015 yang kini dijadikan acuan dalam menunjang lestarinya budaya Betawi di Jakarta.

"Jangan sampai budaya Betawi di DKI Jakarta ini punah dan berakhir menjadi sejarah atau hanya sebagai hikayat yang diceritakan pada masa depan. Lantaran kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya Betawi di tengah-tengah masyarakat," ujar Brando dalam siaran pers diterima, di Jakarta, Senin (7/11).

Menurut dia, untuk menjaga kelestarian budaya Betawi agar kegiatan-kegiatan yang mengangkat Budaya Betawi harus sering diadakan secara masive di lingkungan permukiman masyarakat.

"Dengan masivenya penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang mengangkat Budaya Betawi, maka Kebudayaan Betawi akan selalu diingat dan dikenang masyarakat menjadi ciri khas di pusat Ibu Kota," katanya.

Untuk bisa merealisasikan itu, Brando mengharapkan Pemprov DKI Jakarta berperan serta dalam menunjang kelestarian budaya Betawi. Sebab, salah satu tugas dari pemerintah daerah adalah pelestarian kebudayaan Betawi, yakni pemerintah juga ikut menjaga pelestarian kebudayaan asli tersebut.

Hadir dalam acara Malam Budaya tersebut, Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Ady Widjaja, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana, Anggota DPRD DKI Jakarta, Jhonny Simanjuntak, dan Anggota DPR RI, Eriko Sotarduga.

Dalam kesempatan itu, Jhonny Simanjuntak menyoroti masih adanya pemahaman yang salah dalam pelestarian budaya Betawi di tengah masyarakat. Salah satunya, masih adanya ondel-ondel yang digunakan untuk mengamen. Padahal, dalam perda tidak diperbolehkan.

"Sejak awal kami sudah meminta kepada Satpol PP melarang ondel-ondel untuk ngamen. Sebab ondel-ondel itu adalah ikon budaya Betawi, sebagaimana tertera dalam Perda Pelestarian Budaya Betawi, rasanya tidak elok ikon budaya dijadikan alat ngamen, dan pengamennya kalau kita cermati lebih mendalam tidak mencerminkan karakter Betawi," ungkap Jhonny.

Acara Malam Budaya Berbasis Komuitas Jakarta yang dihadiri sekitar 500 pengunjung itu menyajikan rangkaian acara Budaya Betawi Palang Pintu, Tarian Tradisional Harmoni Budaya Jakarta, Ondel-ondel, Gambang Kromong dan Bodoran.

Alunan Musik Keroncong yang santai dan mendayu-dayu yang dibawakan Group Musik Krontjong Toegoe semakin membuat semarak Malam Mingguan di Kopi BS dengan rangkaian acara yang disajikan panitia.

Senada dengan Jhonny Simanjuntak, Anggota DPR RI, Eriko Sotarduga, yang hadir menikmati Kerontjong Toegoe bersama kedua anaknya mengungkapkan, bahwasanya dengan melestarikan kesenian Betawi, maka tugas ideologis masyarakat sebagai bagian dari unsur negara juga akan teraktualisasikan.

Mengutip ungkapan Bung Karno, dia menegaskan, melestarikan kesenian tradisional ini dapat menunjukkan kepribadian bangsa Indonesia.

“Berkepribadian Dalam Berkebudayaan, begitulah ide Bung Karno dalam Trisakti-nya yang harus kita maknai dengan baik. Artinya, semua pihak mesti bersinergi dalam melestarikan kebudayaan. Terlebih, banyak kebudayaan-kebudayaan Betawi ini yang sangat ikonik, mempunyai kedekatan dengan masyarakat Jakarta. Tunjukkan kiprah kita dengan tindakan konkret dan realistis,” jelasnya. (OL-13)

Baca Juga

Instagram @ramadhaniabakrie

Nia Ramadhani Rilis Novel di Pusat Rehabilitasi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 06 Desember 2022, 14:15 WIB
Nia Ramadhani menceritakan kisah hidup dia dari masa kanak-kanak, hingga mampu lepas dari jeratan narkoba baru-baru ini setelah menjalani...
Instagram @deraimusic

Tutup Tahun 2022, Derai Rilis On My Way

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 06 Desember 2022, 14:00 WIB
On My Way, awalnya, ditulis secara pribadi dari Ica untuk Rai. Komunikasi yang intensif menjadikan satu sama lainnya mengetahui beberapa...
Instagram @netflixid

Ini Lima Alasan Anda Harus Tonton Alchemy of Souls Part 2

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 06 Desember 2022, 13:45 WIB
Kelanjutan drama ini akan kembali ditayangkan pada 10 Desember mendatang, dan berbagai cerita yang meninggalkan rasa penasaran akan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya