Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
THE Law Café baru saja merilis episode pertamanya pada Senin (5/9) waktu Korea Selatan. Dilansir dari Nielsen Korea, episode pertamanya mendapatkan rating 7.1% pada rata-rata penonton nasional. Menjadikannya drama nomor 1 di slot waktunya di antara semua saluran, termasuk saluran siaran publik.
Drama The Law Café menceritakan tentang mantan jaksa dan tuan tanah bersama seorang pengacara yang ingin membuka kafe. Drama ini tayang tiap hari Senin dan Selasa pukul 21.50 KST di KBS 2 TV dan juga di layanan live streaming Viu.
Baca juga: Reza Rahadian Mengaku Sempat Kesulitan Menemukan Bakatnya
Seri ini diangkat dari Webtoon yang berjudul ‘Beobdaero Saranghara’ atau Love by Law. Love by Law ditulis oleh tiga penulis Webtoon terkenal yaitu No Seung Ah, Il Ri, dan Im Ji Eun.
Lee Seung Gi dan Lee Se Young dipertemukan kembali di drama ini. Mereka sebelumnya pernah beradu akting di Hwayugi A Korean Odyssey pada tahun 2017.
The Law Café disutradarai oleh sutradara dari beberapa drama korea terbaik sepanjang masa seperti Bread, Love, and Dreams (2010), Sassy Go Go (2015, My Lawyer Mr. Jo (2016), Feel Good to Die (2018), dll. Beliau adalah sutradara Lee Eun Jin. (OL-6)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved