Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Constance Wu mengaku dirinya pernah melakukan percobaan bunuh diri, tiga tahun lalu, menyusul reaksi keras yang muncul di media sosial Twitter terkait komentar Wu atas pembaruan sitkom Fresh Off the Boat.
"Saya takut untuk kembali ke media sosial karena saya hampir kehilangan nyawa karenanya: tiga tahun yang lalu, ketika saya membuat tweet yang ceroboh tentang pembaruan acara TV yang saya bintangi, (tweet) itu memicu kemarahan dan celaan secara daring yang sangat parah," tulis Wu melalui sebuah pernyataan di akun Twitter-nya, dikutip Selasa (19/7).
Wu, yang dikenal membintangi film Crazy Rich Asians, kembali ke Twitter untuk pertama kalinya setelah vakum selama hampir tiga tahun.
Baca juga: Junior Roberts Mengaku Deg-Degan Beradu Peran dengan Prilly Latuconsina
Dikutip dari Variety, Selasa 919/7), pada 2019, Wu pernah mengungkapkan rasa frustrasinya terkait sitkom Fresh Off the Boat yang diperbarui untuk musim baru.
Saat itu, ia menuliskan kekesalannya hingga menyebutkan kata-kata sumpah serapah. Namun, komentar itu menuai kritikan karena Wu dianggap seperti tidak berterima kasih atas kesuksesan acara televisi tersebut.
"Saya mulai merasa seperti tidak pantas untuk hidup lagi. Bahwa saya adalah aib bagi AsAms (Asia-Amerika), dan mereka akan lebih baik tanpa saya," tulis Wu.
"Untungnya, seorang teman menemukan saya dan membawa saya ke UGD," imbuh Wu.
Wu mengklarifikasi komentarnya yang diunggah pada 2019 itu dengan mengatakan kekesalannya terkait pembaruan Fresh Off the Boat berarti dirinya harus menolak proyek lain yang lebih menantang.
Setelah percobaan bunuh diri itu, Wu mengesampingkan kariernya untuk fokus pada kesehatan mental.
Dalam pernyataannya, Wu mengumumkan buku baru yang ia tulis berjudul Making a Scene dan mengajak diskusi yang lebih luas tentang kesehatan mental di antara orang Asia-Amerika.
"AsAms (Asia-Amerika) tidak cukup berbicara tentang kesehatan mental. Sementara kami dengan cepat merayakan kemenangan representasi, ada banyak penghindaran di sekitar masalah yang lebih tidak nyaman dalam komunitas kami," tulis Wu. (Ant/OL-1)
Unpad masih menunggu hasil visum setelah seorang mayat pria ditemukan tewas gantung diri di dahan pohon di kawasan kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (19/2)
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved