Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI dan produser chill-pop, Mokita, bekerja sama dengan artis alt-pop dan sensasi TikTok, Charlotte Sands, dalam single terbaru mereka, Crash, yang bercerita tentang ketika seseorang terjebak dalam hubungan yang ia ketahui tak akan berakhir baik, namun keduanya tidak dapat keluar dari siklus yang ada.
Selama dua tahun terakhir, Mokita (alias John-Luke Carter) telah menulis, merekam, dan memproduksi sendiri karya musik yang jujur dan penuh makna. Bagi Mokita, musik adalah suatu bentuk ekspresi yang sangat intim; dan sarana untuk menjawab berbagai pertanyaan dalam hidup dengan paling tulus.
“Aku menulis lagu ini dengan Charlotte, dan secara organik lagu ini akhirnya menjadi sebuah duet. Aku memang seorang penggemar dari musik-musik Charlotte, jadi aku sangat senang kami dapat memiliki satu lagu bersama. Kami menulis lagu ini dengan cepat, dan kemudian kami berdua lupa tentang lagu ini selama beberapa bulan. Dan suatu saat kami mendengarkan demo lagu ini dan berpikir, ‘lagu ini ternyata keren dan kita harus menyelesaikan lagu ini.’ Secara lirik, lagu ini bercerita tentang situasi terjebak dalam hubungan yang diketahui tidak akan berakhir baik, namun kedua pasangan tidak dapat keluar dari siklus yang ada. Saat kami menulis ini, kami berbicara tentang metafora dari sebuah kecelakaan mobil, yang mendorong seluruh pemikiran dari lirik di belakangnya. Konsep yang sederhana, karena kami memang ingin produksi dan vokal-lah yang menjadi titik fokus dari lagu ini," papar Mokita.
Baca juga: Mariah Carey Digugat Terkait Lagu All I Want for Christmas Is You
“Aku sangat bersyukur bisa bekerja dengan Mokita dan merilis lagu yang sangat kami sukai bersama. Kami masuk ke pembuatan lagu ini dengan tanpa batasan atau aturan, dan hanya mengikuti apa pun yang terasa tepat pada saat itu. Itulah cara kami membuat Crash. Lagu ini berbeda dari apa pun yang telah aku rilis sebelumnya, dan aku sangat bersemangat untuk merilisnya dengan artis yang sangat aku cintai dan kagumi,” timpal Charlotte.
Disutradarai oleh Ed Pryor, video klip dari Crash mengambil referensi dari flm-flm tahun 80-an.
"Proses pembuatan video untuk Crash sangat menyenangkan. Sejujurnya, yang paling menyenangkan yang pernah aku alami dalam syuting video klip. Semua orang sangat santai, dan membawa energi yang bersemangat sepanjang malam. Kami membawa nuansa super 80-an dengan membawa mobil Delorean dan kemudian menembaknya di sebuah tempat antah berantah. Ed Pryor sebagai sutradara, melakukan pekerjaan yang luar biasa dan membuat aku dan Charlotte merasa sangat nyaman sepanjang waktu syuting. Itu adalah suatu malam yang luar biasa," ungkap Mokita.
Mokita pertama kali menemukan musik di usia muda. Ia mulai belajar piano di usia lima tahun dan gitar di usia 12 tahun, dan dengan cepat menyadari bahwa ia lebih suka menulis komposisi baru daripada meng-cover lagu yang sudah ada.
Ketika ia pindah ke Nashville, di usia 24 tahun, ia mulai menjadi seorang penulis lagu dan kolaborator yang produktif.
Mokita adalah bagian dari komunitas seniman yang berbasis di Nashville, yang dijuluki - The Laurel Canyon of the South.
Artis-artis ini mewakili New Sound Of Nashville dan jiwa dari komunitas penyanyi-penulis lagu, seperti yang diwakili oleh berbagai musisi ternama seperti Joy Oladokun, Madi Diaz, Old Sea Brigade, Charlotte Sands, Emily Weisband, Patrick Droney, dan banyak lagi.
Mokita telah meraih berbagai kesuksesan penting selama beberapa tahun terakhir, dengan lebih dari 400 juta stream untuk seluruh rilisannya, seraya bersiap untuk merilis lebih banyak musik baru lagi sepanjang tahun ini. (RO/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved