Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Ambo Nai Sopir Andalan, yang berbahasa Bugis, merupakan film bernuasa lokal yang menasional dan siap ditayangkan serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada 24 Februari 2022.
"Film ini merupakan besutan sineas di Sulawesi Selatan yang berani hadir menggunakan bahasa Bugis di layar lebar," kata Produser Film Ambo Nai Sopir Andalan Sunarti Sain dalam keterangan persnya, Rabu (16/2).
Dia mengatakan film ini dikemas oleh Sutradara Andi Burhamzah dengan komedi yang apik.
Baca juga: Rano Karno dan Maudy Koesnaedi Keluar dari Zona Si Doel
Penampilan pemeran utamanya, Ambo Nai, sangat natural dan menjiwai perannya sebagai sopir pengantar ikan yang memang dekat dengan kehidupannya sehari-hari.
Menurut Sunarti, film yang menggunakan bahasa Bugis ini menjadi salah satu bukti bahwa film berbahasa daerah juga bisa diterima dan dapat mengikuti era kekinian.
Tidak heran, ujar Sunarti lagi, jika kemunculan film Ambo Nai ini mencuri perhatian sineas-sineas dari Pulau Jawa. Salah seorang di antaranya adalah Bayu Skak, sutradara Film Yo Wis Ben, yang juga menggunakan bahasa daerah.
Bayu dalam pengakuannya kepada produser film ini, menyatakan sangat antusias dan menunggu film Ambo Nai tayang di bioskop.
"Ini bukti bahwa film dengan bahasa daerah itu bisa diterima secara nasional dan harus kita jaga kelestariannya. Saya tidak sabar ingin nonton film ini," kata Sunarti mengutip pernyataan Bayu.
Sementara pemeran Ambo Nai yang juga youtuber yang lagi naik daun ini, berharap film layar lebar pertamanya ini bisa diterima oleh fans setia Ambo Nai yang tersebar di berbagai kota.
Sebelum syuting untuk film layar lebar, Ambo Nai sudah lebih dulu eksis di platform Youtube lewat film-film komedi yang diproduksi Timur Kota Official.
Film-film mereka di youtube sudah masuk episode 40-an dan ditonton jutaan penggemarnya dari berbagai negara. (Ant/OL-1)
BADAN Bahasa meminta pemerintahan daerah memiliki ruang strategis dalam rangka pelestarian bahasa daerah melalui program Revitalisasi Bahasa daerah (RBD).
KEPALA Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menilai peran bahasa daerah pada kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi hal yang positif untuk menarik minat belajar siswa.
Peringatan Kemerdekaan Ke-80 RI mengambil tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema tersebut sejalan dengan tujuan negara dalam Pembukaan UUD 1945.
FTBIN merupakan selebrasi berbahasa daerah oleh para pelajar yang telah mengikuti program revitalisasi bahasa daerah sejak tahun 2021.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan tekanan dominasi bahasa-bahasa besar dunia, bahasa daerah menghadapi ancaman yang semakin konkret
Koordinator FTBM Purbalingga, Parimim, menyambut baik program bantuan bagi komunitas literasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved