Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SELEBRITAS sekaligus Duta Peduli Kanker Ovarium Shahnaz Haque mengajak para perempuan tidak takut pada pengobatan kanker ovarium. Sebaliknya, mereka perlu khawatir pada salah satu kanker yang pada stadium awalnya tidak bergejala itu.
"Jangan takut sama pengobatnnya tapi takut sama penyakitnya. Orang banyak pergi ke pengobatan alternatif, takut ovariumnya diangkat dan tidak bisa punya anak," ujar dia yang pernah terdiagnosa kanker ovarium pada 1998 itu dalam sebuah diskusi bersama media yang dilakukan secara virtual, dikutip Rabu (19/1).
Shahnaz mengatakan, perempuan tetap bisa punya anak walaupun dengan satu ovarium seperti layaknya manusia bisa hidup dengan satu ginjal.
Baca juga: Kekambuhan Jadi Musuh Utama Penyintas Kanker Ovarium
Oleh karena itu, dia menyarankan mereka yang sudah terdiagnosa kanker segera melakukan pengobatan ke dokter.
"Lakukan secepatnya, enggak perlu window shopping ke tempat lain sehingga pas balik dari stadium awal bisa ke stadium lanjut," kata Shahnaz yang ibunya pernah terdiagnosa kanker ovarium stadium 4 itu.
Dia juga mengajak semua perempuan peduli dengan risiko kanker ovarium, salah satunya melalui Kampanye 10 Jari yakni enam faktor risiko dan empat tanda kanker ovarium.
Enam faktor risiko ini yakni riwayat kista endometrium, ada riwayat keluarga dengan kanker ovarium dan atau kanker payudara, mutasi genetik misalnya BRCA, paritas rendah, gaya hidup yang buruk dan pertambahan usia.
Sementara empat gejala kanker ovarium antara lain perut kembung, nafsu makan berkurang, sering buang air kecil, dan nyeri panggul atau perut.
"Dengan mengetahui gejala awalnya, ada kecurigaan di situ. Saya ketahuan di stadium awal," ungkap Shahnaz. (Ant/OL-1)
Seorang pria paruh baya mengalami pembesaran perut yang tidak wajar selama bertahun-tahun. Awalnya, ia mengira kondisi tersebut hanyalah akibat kenaikan berat badan atau obesitas biasa
Sekitar 30 persen kasus kanker diketahui dapat kambuh dalam lima tahun pertama setelah pasien dinyatakan remisi, terutama jika kontrol kesehatan tidak dilakukan secara rutin.
Karena ginjal terletak di bagian belakang rongga perut, tumor kecil sulit dideteksi tanpa teknologi terkini di bidang kesehatan.
Peneliti Universitas Southampton kembangkan antibodi inovatif yang mampu memicu sel T menyerang kanker lebih agresif. Simak teknologi baru di balik imunoterapi ini.
Profil Kevin Keegan, legenda sepak bola Inggris dan peraih dua Ballon d'Or yang baru saja didiagnosa kanker. Simak perjalanan karier 'King Kev' dari Liverpool hingga Newcastle.
Radioterapi merupakan satu dari tiga pilar utama terapi kanker, berdampingan dengan prosedur pembedahan dan terapi sistemik.
Tes darah Galleri yang dikembangkan perusahaan AS, Grail, berhasil mendeteksi lebih dari 50 jenis kanker dalam uji klinis di Amerika Utara.
Demi mendalami perannya sebagai Shella Selpi Lizah, seorang pejuang kanker ovarium, Mawar De Jongh rela menurunkan berat badan hingga 6 kilogram dalam waktu dua bulan.
Louise Altese-Isidori, 50, asal AS, didiagnosis kanker ovarium stadium 4B tanpa gejala apa pun.
Studi PAOLA-1 menunjukkan pasien HRD-positif yang menjalani maintenance therapy dengan Olaparib dan Bevacizumab memiliki masa bebas penyakit hingga 37 bulan.
Bahkan setelah menjalani operasi dan kemoterapi, tingkat kekambuhan kanker ovarium tetap tinggi dalam tiga tahun pertama.
Menurut data GLOBOCAN 2022, Indonesia termasuk dalam 10 besar negara dengan jumlah kasus kanker ovarium tertinggi di dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved