Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Reza Rahardian mengaku pengalamannya di panggung teater membantunya mendalami peran di film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya sutradara Edwin.
Bagi Reza, salah satu hal menonjol dari film adalah penggunaan bahasa Indonesia yang begitu baku.
"Dari bahasa, saya merasa beruntung karena keterlibatan saya di panggung teater memberikan pelajaran untuk mengolah kata-kata dan bahasa-bahasa yang dianggap baku dan tidak kekinian dan jarang digunakan anak-anak zaman sekarang. Dan itu membantu sekali untuk menyelami karakter lebih baik dengan naskah yang ada," kata Reza di Jakarta, dikutip Kamis (17/11).
Baca juga: Bintang Squid Game Teken Kontrak dengan Agensi Hollywood
Lebih lAnjut, Reza mengatakan proses reading dan persiapan yang matang dalam praproduksi juga sangat membantu dalam mengeksekusi adegan demi adegan di set atau ketika proses produksi dimulai.
"Sehingga, tidak ada lagi perdebatan atau tidak menghabiskan waktu dan mencari-cari tahu lagi (ketika berada di set). Lebih ke mengeksplor ruang-ruang yang ada di depan kita yang sebelumnya dituliskan lewat kata-kata di bentuk naskah," kata Ketua Komite Festival Film Indonesia itu.
Berbeda dengan film-film sebelumnya, kini Reza berperan sebagai tokoh Budi Baik, yang merupakan karakter pendukung dalam Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.
Ia mengaku tidak ada kekhawatiran dalam mengambil peran selain tokoh utama (protagonis) di sebuah film.
"Saya tidak ada insecurity selama saya suka dengan karakter yang akan saya perankan. Saya menghormati kesempatan yang ada dan menghargai karakter yang ada. Saya beruntung dipercaya di film ini," ujarnya.
Sementara, sang pemeran utama yaitu Marthino Lio sebagai Ajo Kawir, mengatakan ini merupakan pengalaman yang sama sekali baru baginya.
"It is a new experience for me, dan semuanya sangat matang dari akting, dialog, bahasa... Dan PR paling berat itu ketika kita ngomong pakai kau-aku, bahasa baku, bahasa lagu, tapi bagaimana biar tidak terasa asing," kata Marthino.
"Dan, ketika saya sudah di dalam set, rasanya saya sudah ada di story itu," tambahnya.
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas berkisah tentang Ajo Kawir, seorang jagoan yang tidak takut mati. Hasratnya yang besar untuk bertarung didorong oleh sebuah rahasia, ia impoten.
Ketika berhadapan dengan seorang petarung perempuan tangguh bernama Iteung, Ajo babak belur hingga jungkir balik dan dia jatuh cinta.
Akankah Ajo menjalani kehidupan yang bahagia bersama Iteung dan, pada akhirnya, berdamai dengan dirinya?
Film dengan rating 18+ (khusus dewasa) ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Desember. (Ant/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Luna Maya kembali berperan di film horor Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bersama Reza Rahadian. Tahun 2026, ini menjadi satu-satunya film Luna yang dijadwalkan tayang pada lebaran.
Reza Rahadian akhirnya kembali lewat film horor, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.
“Proses kolaborasi yang sangat menyenangkan. Kami bertukar pikiran, sama-sama berpikir kira-kira apa adegan demi adegan yang perlu kami bangun sama-sama,"
Reza Rahadian dan Rio Dewanto bermain dalam film terbaru berjudul Keadilan (The Verdict), yang menjadi kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan.
Film Pangku yang disutradarai Reza Rahadian pun dibawa memenangkan empat penghargaan di Busan International Film Festival (BIFF) 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved