Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sukses mengeluarkan dua single di awal karier bermusiknya, Amanda Caesa Addiva kembali hadir dengan single terbaru, Why Can't We. Berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya, Amanda tak ingin membatasi diri dalam berkarya.
Pelantun Half A Soul tersebut ingin terus mengeksplorasi kemampuannya dalam menciptakan lagu dan bermusik. Terbukti, ketiga single yang telah dirilisnya memiliki genre yang berbeda-beda.
Baca juga: KSP Band Rilis Ulang Lagu Ciptaan Chandra Darusman
Di single Even If You Aren't There For Me genre bernuansa reggae dibalut alunan musik pop. Sedangkan pada Half A Soul, Putri dari pelawak Parto ini mencoba hal berbeda dengan musik bertempo lambat. Amanda tak ingin membatasi diri dalam bermusik dengan genre tertentu.
Di single terbarunya Why Can't We, Amanda lagi-lagi menunjukkan kepiawaiannya dengan genre yang berbeda. Single Why Can't We yang di balut dengan nuansa hip hop, bercerita tentang kisah cinta sepasang kekasih yang tak berujung.
"Aku masih ingin mengeksplor semua genre musik. Sampai nanti mungkin aku menemukan genre yang cocok dengan warna suaraku dan aku nyaman dalam melantunkannya," ujar Amanda.
Sukses berkolaborasi dengan Calvin Jeremy dan rapper muda dari Amerika, Myia Thornton dalam single Why Can't We, gadis kelahiran 23 Desember 2002 itu memiliki impian lain yang ingin diwujudkan. Salah satunya adalah segera menelurkan album solo pertama. "Aku mau punya album solo. Memang, itu jadi salah satu keinginan terbesar aku. Hopefully, tahun ini bisa terwujud," katanya.
Selain itu, Amanda juga berambisi menciptakan lagu berbahasa Indonesia. Pasalnya, dari ketiga lagu yang diciptakannya, belum ada satu pun lagu yang berbahasa Indonesia. Dirinya merasa belum percaya diri saat menulis lagu yang berbahasa Indonesia.
“Aku harus bikin lagu berbahasa Indonesia. Atau mungkin nyanyiin lagu song writer lain, tapi yang penting harus Bahasa Indonesia. Karena terus terang aku kurang fasih kalau harus nulis lagu dalam bahasa Indonesia. Walaupun sebenernya aku punya beberapa lagu yang aku tulis dalam bahasa indonesia tapi kayaknya feel-nya belum dapet, belum 'kena' aja rasanya,"ungkap Amanda yang kini masih aktif sebagai member Girls Girls. (RO/A-1)
Perilisan lagu berjudul Miliaran Manusia dan Agency ini bertujuan untuk memperkenalkan nuansa pementasan kepada calon penonton Musikal Perahu Kertas.
60 pencipta lagu yang tergabung dalam Garda Publik Pencipta Lagu (Garputala) melaporkan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
SPOTIFY resmi merilis Wrapped 2025 untuk para pendengar di seluruh dunia. Setiap tahunnya, Spotify Wrapped merangkum perjalanan mendengarkan musik dan podcast
PADI Reborn akhirnya resmi meluncurkan single terbarunya, Ego, pada Jumat, (7/11). Single ini menjadi pembuka album terbaru mendatang berjudul Dua Delapan.
Pada 1996, James F Sundah bersama Titiek Puspa, bekerja sama dengan member band legendaris Scorpions, Klaus Meine dan Rudolf Schenker.
Lagu Omoide Scroll kini telah dirilis di layanan streaming sebagai singel resmi ke-67 AKB48, sementara lagu ciptaan asli Akimoto berjudul Cécile telah dihapus dari YouTube.
Lagu Apa Arti Cinta dari Danil Josse hadir dengan balutan aransemen pop mainstream yang progresif namun tetap terasa hangat.
Secara musikal, SonicFlo memilih jalur pop-alternative sebagai identitasnya.
Kembali Kepadamu dari Pugar Restu Julian bukan sekadar lagu biasa, melainkan sebuah medium perenungan mengenai momen di mana segala perbuatan pada akhirnya akan kembali kepada diri sendiri.
Lagu Enggap Nafasku menjadi penanda kembalinya Dipaaa ke industri musik setelah sebelumnya sempat merilis lima lagu di sepanjang 2025.
Lagu Harmoni hadir dengan balutan musik ballad khas era 70-an yang menjadi kekuatan Krisna Trias.
Melalui trilogi ini, Vadesta menyuguhkan sebuah narasi cinta yang utuh dan saling terhubung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved