Senin 05 Juli 2021, 20:58 WIB

Hubungan Erat Superman dengan Yahudi

Mediaindonesia.com | Hiburan
Hubungan Erat Superman dengan Yahudi

AFP/Pedro Pardo.
Seorang seniman berperan sebagai Superman dalam protes untuk menuntut bantuan pemerintah Meksiko akibat pembatasan pandemi covid-19.

 

SUPERMAN atau juga dikenal Man of Steel memiliki banyak contoh simbolis agama dan budaya dunia nyata. Akan tetapi Codex Kryptonian yang ditanamkan di Kal-El menambahkan elemen tambahan simbolisme Yahudi ke dalam film.

Film Man of Steel berisi banyak contoh nyata citra dan simbolisme Kristen, seperti Yesus, yang disutradarai Zack Snyder. Namun, baik sengaja atau tidak, termasuk metafora Yahudi tak ketinggalan ada dalam film itu. Superman, seperti kebanyakan superhero mainstream yang ditemukan di DC dan Marvel Comics, diciptakan oleh orang Amerika Yahudi Ashkenazi. Nenek moyang mereka lolos dari penganiayaan agama dan etnis di Eropa dan beremigrasi ke Amerika Serikat.

Pencipta Superman, Jerry Siegel dan Joe Shuster, memberi Superman banyak kualitas metaforis Yahudi yang sekarang penting untuk karakter dan mitos. Setiap komik dan adaptasi Superman mengandung simbolisme Yahudi. Film Man of Steel menambahkan metafora baru dengan elemen seperti Codex.

 

Meskipun tidak banyak pahlawan super Yahudi, sebagian besar karakter arus utama yang populer diciptakan oleh orang Amerika Yahudi. Sebagai hasilnya, wajar, mereka sering kali memiliki kualitas dan metafora Yahudi.

Jerry Siegel dan Joe Shuster, dua etnis dan agama Yahudi Amerika, menciptakan Superman dan menerbitkan petualangan pertamanya di Action Comics pada 1938. Awal abad ke-20 Yahudi Amerika sering dilarang bekerja di industri penerbitan arus utama, sehingga banyak yang memasuki bidang penerbitan komik. Ini mengubah buku komik Amerika menjadi raksasa budaya pop dan menginspirasi orang-orang dari etnis atau agama apa pun untuk membuat komik superhero.

Siegel dan Shuster menciptakan Superman sebagai si pembela yang perkasa terhadap kaum tertindas yang berjuang melawan kefanatikan dan korupsi. Ini perjuangan yang dibutuhkan dunia pada 1938 dan masih dibutuhkan hingga saat ini.

Latar belakang pengungsi alien Superman dari planet Krypton biasanya dilihat sebagai metafora untuk imigran Yahudi Amerika pada pergantian abad. Nama asli Superman ialah Kal-El yang diterjemahkan menjadi suara Tuhan dalam bahasa Ibrani. Identitas gandanya sering dibandingkan dengan asimilasi budaya Yahudi Amerika.

Selain itu, Clark Kent ialah alien yang secara visual terlihat sebagai manusia. Ini mirip dengan etnis Yahudi yang dianggap sebagai penduduk asli Levant atau Syam. Levant kini meliputi Suriah, Libanon, Yordania, Israel, dan Palestina. Meskipun demikian, secara visual mereka tampak sebagai etnis Eropa dalam banyak kasus.

Dalam film Man of Steel, Jor-El menanamkan Kal-El yang baru lahir dengan Codex Krypton. Codex mengikat sifat-sifat genetis semua generasi Krypton di masa depan dalam darah Kal-El. Secara kiasan dan harfiah, Superman membawa masa depan rakyatnya di dalam dirinya. Ini sentimen yang dirasakan oleh banyak imigran Ashkenazi yang melarikan diri dari penganiayaan Eropa untuk kehidupan yang lebih baik di Amerika.

Selain Codex, Man of Steel mengakui asimilasi budaya Yahudi Amerika dalam konflik Superman dengan Jenderal Zod. Superman harus memilih untuk mengizinkan Zod membangun kembali Krypton atau melindungi orang-orang di Bumi. Superman memilih Bumi dan memberi tahu Zod bahwa Krypton sudah punya kesempatan.

Meskipun demikian, Superman terus menghormati warisan Kryptonnya dengan mengenakan pakaian biru dan merahnya sebagai Superman dan menggunakan kapal pengintai Kryptonian yang jatuh sebagai Fortress of Solitude di Justice League dari Zack Snyder. Seperti banyak orang Yahudi Amerika, Superman mempertahankan warisannya sambil merangkul rumah barunya.

Sementara Superman secara metaforis ialah Yahudi, tetapi agamanya yang sebenarnya ialah Kristen seperti yang ditunjukkan di seluruh Man of Steel. Namun, ada karakter Yahudi literal di DCEU. Bruce Wayne yang menjadi Batman tidak tergolong religius, tetapi dalam komik, dia secara etnis setengah Yahudi.

 

Berbeda dengan komik, Barry Allen dari DCEU ialah etnis Yahudi sebagaimana dikonfirmasi dalam potongan film dan sutradara Justice League. Seperti rekan komiknya, Harley Quinn mungkin juga Yahudi di DCEU. The Silver Age Green Lantern, Hal Jordan, juga secara etnis setengah-Yahudi dalam komik. (Screen Rant/OL-14)

Baca Juga

Antara

Mola Chill Festival London Bakal Berlangsung 10 Jam

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 13:41 WIB
Kings of Convenience dan Weezer akan tampil secara langsung di Mola Chill Festival London pada Jumat...
Instagram @anyataylorjoy

Anya Taylor-Joy Jadi Duta Global Dior untuk Fesyen dan Make-up

👤Abdullah Aziz Rajudin 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 12:13 WIB
"Anya akan bermitra dengan merek tersebut, merayakan warisan ikonik Dior, dan menampilkan desain dan kreasi...
Instagram @netflixkr

Sutradara Squid Game Konfirmasi Pembicaraan untuk Season 2

👤Anggi Putri Lestari 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 12:03 WIB
Dalam 28 hari pertama di Netflix, 111 juta pemirsa menonton Squid Game membuat serial itu melampaui rekor sebelumnya 82 juta yang dibuat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kebut Penyelesaian Sanksi WADA

Satgas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA akan bekerja lebih cepat mengingat jadwal kompetisi internasional yang padat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya