Minggu 29 November 2020, 08:01 WIB

Denny JA Bicara Pandemi Covid-19 Lewat 8 Film

Cahya Mulyana | Hiburan
Denny JA Bicara Pandemi Covid-19 Lewat 8 Film

MI/Adam Dwi
Denny Januar Ali pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI)

 

PENDIRI Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny Januar Ali mengungkap kondisi masyarakat di tengah pandemi virus korona melalui 8 judul film. Tujuannya untuk menggali lebih dalam pelajaran yang terkandung pada kondisi sosial terkini.

“Drama manusia, jeritannya, harapannya, paling mencolok kita saksikan justru di era bencana besar. Pandemik dengan skala seperti ini tak terjadi 100 tahun sekali. Saya ingin merekamnya. Mencari hikmah dari derita," kata Denny saat mengomentari serial delapan film yang ia luncurkan, dalam keterangan resmi, Minggu (29/11).

Denny mengatakan panjang setiap film hanya sekitar 20 menit dan diluncurkan di media sosial, akun Youtubenya supaya mudah diakses semua golongan masyarakat.

Menurut dia, terdapat sejumlah aktor dan aktris papan atas yang turut serta dalam delapan serial filmnya. Itu meliputi Christine Hakim, Reza Rahadian, Ine Febriyanti, Ruth Marini, Ray Sahetapy, Marini, Agus Kuncoro dan Lukman Sardi.

Delapan film itu menjabarkan delapan cerita pendek  esai yang ditulisnya sendiri. Kumpulan cerpen esai soal suara batin di era virus korona sudah lebih dahulu diterbitkan dalam buku berjudul Atas Nama Derita. Berbagai isu diangkat dalam film itu. Seperti kisah dokter yang merasa puncak gunung prestasinya adalah wafat ketika menolong pasien. Juga kisah warga yang diisukan mati kelaparan juga pemimpin komunitas yang wafat karena korona dan satu kampung diisolasi.

"Ada pula kisah UKM yang bangkrut total. Mereka bergantung pada satu-satunya harta berharga, keris pusaka. Ada pula kisah aktivis yang istrinya wafat dan ingin menggugat menteri kesehatan," paparnya.

Menurut Denny terdapat empat keunikan dalam serial film ini. Pertama, semua berdasakan kisah nyata. Namun agar dramatik, aneka kisah itu difiksikan. Kedua, film ini mengkombinasikan artis dan aktor dengan kekuatan animasi. Di antara dialog pemeran manusia, juga tersaji adegan yang diekspresikan melalui animasi.

Ketiga, semua bisa diakses dan ditonton secara gratis di media sosial. Beberapa film itu sudah ditonton di atas 10 ribu. 

"Saya melihat di setiap film, ada iklan yang dipasang oleh Youtube sendiri. Oleh Youtube sendiri berarti serial film ini dianggap layak dimonetisasi," ujarnya.

baca juga: Ria Ricis: Senang Diwisuda secara Daring

Keempat, mengajak artis dan aktor papan atas untuk hadir dalam serial film ini. Peristiwa besar seperti pandemi harus disentuh oleh pemeran yang juga besar. FX Purnomo, Futih dan J&R production yang secara operasional membuat film ini. 

"Bertahun- tahun dari sekarang, ketika pandemik ini selesai, delapan serial film tersebut dapat menjadi dokumen suara batin yang bisa ditonton kembali," pungkasnya. (OL-3)
 

Baca Juga

Dok Flora & Ulysses

Film Flora & Ulysses yang Diadaptasi dari Novel Bakal Tayang

👤Retno Hemawati 🕔Selasa 19 Januari 2021, 18:15 WIB
Berkisah tentang seorang gadis berumur 10 tahun yang merupakan penggemar berat komik dan hidup dengan kedua orang tuanya yang sudah...
Dok : Gya Anandini dan Bayu Risa.

Gya Anandini dan Bayu Risa Merilis Jantung Hati

👤Retno Hemawati 🕔Selasa 19 Januari 2021, 17:32 WIB
Lagu ‘Jantung Hati’ sebenarnya merupakan versi baru dan versi bahasa Indonesia dari lagu berjudul 'Katong Dua' yang...
Ist

The Marksman Rajai Box Office

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 19 Januari 2021, 10:58 WIB
Film yang tayang perdana di 1.975 lokasi itu diprediksi meraup US$3,7 juta di hari libur Martin Luther King, pekan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya