Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
BISMA Karisma merilis lagu terbaru berjudul Yang Suri yang diangkatnya berdasarkan pengalaman pribadi.
Dalam keterangan resminya, Kamis (23/7), Bisma mengatakan Yang Suri tercipta atas pengalaman kekerasan yang pernah dihadapi saat di bangku sekolah yang berujung keikhlasan yang mendalam.
Personel SM*SH itu mengisahkan saat malam hari ketika dirinya dalam perjalanan dihampiri penjambret yang berujung setengah jari telunjuknya harus terpisah.
Baca juga: Anak-Anak Artika Sari Devi Memanfaatkan Barang Bekas jadi Mainan
Seiring berjalan waktu dan segala proses yang harus dilewati di rumah sakit, Bisma Karisma terbawa ke sebuah lorong kesadaran yang berada
di antara kebingungan dan harapan.
Bisma mengaku rasanya saat itu seperti mati suri. Namun, dukungan dari pihak keluarga dan sahabat memberikannya satu energi hidup yang sangat
besar. Hal itu membuat dia percaya, bahwa setiap yang suri, pasti hidup kembali.
Proses eksplorasi dan pematangan single perdana ini dibantu aransemen musik dari Lafa Pratomo dari Ruang Waktu Music.
Tentunya proses yang cukup lama ini menjadi tanggung jawab Bisma untuk mengartikulasikan jati diri yang sebenar-benarnya.
Lagu ini menjadi langkah awal bagi Bisma dalam perjalanan solo kariernya yang mengekspresikan karakter ekspresif, liar, dan sensitifnya.
Yang Suri juga menjadi rangkaian perjalanan menuju debut EP pertamanya yang sedang dalam proses pematangan. (Ant/OL-1)
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved