Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TEKNOLOGI digital yang kian berkembang pesat memberikan warna baru dalam kebiasaan masyarakat, salah satunya urusan menikmati musik yang semakin mudah.
Mantan personel band Kerispatih, Badai, mengakui adanya perubahan tren musik ke arah digital. Hal ini dikatakan Badai, memberi dampak signifikan bagi para musisi atau pencipta lagu, utamanya yang berkaitan dengan royalti.
"Sebenarnya dengan adanya industri digital kalau dikelola dengan benar pastinya menguntungkan karena sekarang kan eranya sudah beralih ke sana semua dari analog kemudian masuk ke dunia digital," kata Badai, Selasa (26/5).
Sebagai musisi dan pencipta lagu, Badai dikenal banyak menghasilkan berbagai hits populer saat bersama Kerispatih pun karya-karya yang dibawakan oleh penyanyi lain.
"Nah yang jadi pertanyaan adalah elemen yang mengelola itu dalam arti Lembaga Manajemen Kolektifnya, kemudian dari usernya, lalu dari publisher itu bisa mengelola dengan baik atau tidak karena memang pendapatannya besar sekali," lanjut pemilik nama asli Doadibadai Hollo itu.
Baca juga: Musik Digital tidak Terelakkan
Badai menambahkan, industri musik digital Indonesia termasuk yang mengalami pertumbuhan pesat di Asia Tenggara dengan pendapatan yang tinggi sehingga perlu dikelola dengan baik agar musisi atau pencipta lagu benar-benar mendapatkan haknya.
Ia juga menyoroti masalah perlindungan dan apresiasi terhadap karya yang masih sangat lemah di tengah kemudahan dan potensi besar dari bisnis layanan musik digital.
"Saya sebagai musisi bersyukur dengan adanya digital platform karena saya juga merasakan royalti juga cuma permasalahannya perlindungannya yang masih sangat lemah," ungkapnya.
Badai menyoroti masih banyaknya karya musik yang dibawakan ulang tanpa izin dari pencipta lagu aslinya atau dari pemegang hak cipta yang beredar di layanan musik digital.
"Banyak sekali pengguna kreatif terutama musisi yang kita sebut saja artis cover itu dia membawakan materi atau karya lagu yang sudah hits namun izinnya tidak diurus. Kemudian performing rights untuk dibawakan di panggung dan dibawakan ulang itu tidak diurus dengan baik," tuturnya.
Padahal sebagai pencipta lagu, menurut Badai, berhak mendapatkan hak moral pencipta dan hak ekonomi atas karya yang dihasilkan dan dibawakan ulang oleh penyanyi lain.
"Nah media baik itu digital platform, tv, radio, atau sekelas Instagram mereka enggak bisa menjelaskan hak moral pencipta. Bahkan penggunanya sendiri kadang enggak mau menuliskan itu. Miris kan," tegasnya.
Tak hanya itu, Badai juga menyoroti mengenai masih banyaknya layanan musik digital yang tidak menyertakan nama pencipta lagu di layanan musik mereka.
Menurut dia hal itu menjadi salah satu penyebab pendengar musik saat ini kurang menghargai jerih payah para pencipta lagu dalam menghasilkan sebuah karya yang dapat dinikmati.
"Mereka tidak pernah me-mention komposer. Mungkin Apple Music udah kali ya, tapi kalau Spotify dan Joox belum ada. That's why anak-anak sekarang nggak paham mengenai penghargaan hak moral karena digital platform ini enggak menyediakan fasilitas itu," imbuhnya.
Badai pun berharap ke depannya para penyedia layanan musik digital juga dapat memberikan dukungan kepada musisi dan pencipta lagu dengan mencantumkan nama mereka.
"Harusnya di deskripsi lagu itu ditulis ya karena itu kan hak moral diatur dalam undang-undang. Jadi lagu itu satu karya cipta. Musisi atau pencipta itu punya dua hak, yaitu hak moral dan hak ekonomi. Nah kalau hak ekonomi kan duit, kalau hak moral penulisan nama pencipta dengan benar," pungkasnya.(OL-5)
Berisi sepuluh track, album ini menyuplik fase cinta mulai dari ketertarikan awal, fantasi akan sebuah hubungan, mengutarakan perasaan, pencarian makna, cemburu, hingga putus hubungan.
“Nangis, terharu senang banget, karena itu salah satu impian aku. Benar-benar happy, apalagi Avo satu-satunya dari Indonesia."
Pada pertunjukan ini Dere ingin mengajak penonton yang hadir untuk berbahagia merayakan dinamika perputaran yang terjadi dalam hidup
Playlist Live Festival edisi kali ini akan menghadirkan konsep Multi Era yang dibintangi oleh lebih dari 30+ musisi baik nasional maupun internasional dari berbagai genre,
Dibesarkan dalam dua budaya yang berbeda, Jerman dan Indonesia, membuat Rhea memiliki pemahaman yang mendalam tentang musik dari berbagai belahan dunia.
Bertajuk “Your Infinite Autotainment Experience,” Dyandra Promosindo sebagai promotor acara memadukan event tersebut antara pameran otomotif, konser musik IIMS Infinite Live,
Klinik gigi Smileworks di Kelapa Gading mengutamakan pemeriksaan komprehensif, edukasi pasien, dan teknologi kedokteran gigi berstandar internasional.
Masa depan akademik mahasiswa bergantung pada sejauh mana mereka mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai pembelajar yang kritis dan fokus.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat program UMKM Naik Kelas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari: bekerja, belajar, bersosialisasi, hingga berlibur kini sering dilakukan di depan layar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI siap menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-9 atau The 9th International Conference on Zakat (Iconz) 2025 yang berlangsung pada 9-11 Desember
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved