Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
CONTENT creator bernama Fiksi Aunurofik mengenalkan bahasa Sunda yang merupakan bahasa daerahnya. Ia mengemas konten berbahasa sunda dalam sketsa komedi. Pemuda asal Majalengka ini belajar secara autodidak dari YouTube.
Dalam pembuatan video, Fiksi memiliki banyak berperan mulai dari penulis naskah, sutradara, pemain, hingga editor video. Setiap video berisi sketsa tentang kejadian sehari-hari berdurasi maksimal 10 menit.
Baca juga:Beginilah Cara Prabowo Mengenang Didi Kempot
Lantaran konsisten membuat konten berbahasa Sunda sejak 2016, ia kini memiliki 938 ribu pengikut di akun YouTube miliknya. Sejauh ini untuk konten berbahasa sunda belum ada yang mencapai 1 juta lebih subscriber (pengikut).
"Sebentar lagi mungkin saya lah yang jadi pertama kalinya konten berbahasa Sunda dengan 1 juta subscriber," kata Fiksi dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (5/5/2020).
Awalnya fiksi menilai konten berbahasa Sunda dengan kemasan kekinian jarang ditemukan. Ia pun terdorong untuk membuat video berbahasa Sunda dengan konsep kekinian agar bisa lebih dinikmati masyarakat sekaligus mengenalkan bahasa Sunda pada khalayak luar.
"Untuk ide video, saya mengambil garis besarnya kamus bahasa Sunda yang dikemas dengan berbagai macam konten yang menarik," lanjut dia.
Baca juga:Twilight dari Sudut Pandang Edward Cullen akan Dirilis Agustus
Dari kebanggaan melestarikan bahasa Sunda inilah, akhirnya ia mengangkat bahasa menjadi senjatanya. “Apalagi anak-anak zaman sekarang suka malu kalau berbicara dalam bahasa daerah,” tegas dia. (RO/A-3)
Tiga akun media sosial provokatif yang diduga mengeskalasi kerusuhan Agustus 2025. Akun Strongerboy, Adiastha8, dan Armyzoned ID dianggap kebal hukum dan belum diusut kepolisian.
Youtube akhirnya resmi meluncurkan aplikasi khusus untuk Apple Vision Pro, setelah dinantikan selama dua tahun.
YouTube Music mulai membatasi akses lirik lagu untuk pengguna akun gratis. Perubahan besar ini menarik perhatian media teknologi dan pengguna di seluruh dunia.
Sidang perdana kasus kecanduan media sosial dimulai di California. Meta dan YouTube dituduh sengaja merancang platform yang merusak otak anak.
YouTube resmi merevisi kebijakan monetisasi iklan bagi kreator di seluruh dunia. Melalui aturan terbaru ini, konten yang membahas isu sensitif seperti aborsi, hingga KDRT
Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, platform milik Google ini merilis dan menguji berbagai fitur menarik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved