Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ERA 1990-an dikenal dengan puncak musik terbaik Indonesia hingga saat ini. Era di mana teknologi belum mengambil alih kehidupan insan muda. Era 90-an dianggap yang era yang paling komplit karena menjadi era transisi analog dan digital.
Tapi bagaimanapun juga, era tersebut telah berlalu dan tak akan dapat dialami kembali. Tapi kita dapat mencicipinya sedikit, sejenak sembari mendengakan tembang-tembang emas pada masanya.
Geliat nostalgia era 90-an akan kembali dihadirkan oleh Eternal Entertainment, GFS Asia Entertainment, bersama Dreammakers Management ke dalam acara '90’s Retro Night with MLTR' (Michael Learns To Rock).
Grup Musik asal Denmark tersebut memang merajai era 90-an dengan lagu-lagu manisnya, lirik-lirik lagunya yang melegenda memang berhasil mewakili remaja-remaja 'baper' pada masanya.
Tak lama lagi, tepatnya 29 November 2019, penggemar musik di Tanah Air kembali menikmati aksi vokalis dan pemain keyboard Jaschha Ritcher, penabuh drum Kare Wanscher, dan gitaris Mikkel Lentz.
Michael Learns to Rock terkenal di Eropa dan juga terkenal di Asia karena banyak albumnya yang memperoleh emas atau platinum. Album kedua MLTR dirilis pada Oktober 1993, Colours yang terjual lebih dari satu juta kopi. Ini juga menjadi kesempatan pertama MLTR untuk tampil di Asia.
Album ketiga, Played on Pepper dirilis pada Agustus 1995 yang terjual lebih dari satu juta kopi. Album ini adalah album pertama mereka yang direkam dan diproduksi oleh mereka sendiri. Sampai di era 2000-an Michael learns To Rock tetap berkarya menghasilkan lagu-lagu romantic ciri khas mereka.
"Penampilan 90’s Retro Night 2019 akan dikemas lebih spesial dengan menghadirkan Endah & Resha , DJ Echa & Dj Vegas Stache sebagai pembuka acara," ujar Naya, selaku Direktur GFS Asia Entertainment.
Tidak ada alasan untuk tidak hadir, apalagi Acara ini diadakan di pulau Dewata , Bali, tepatnya di Double Six Rooftop, Pantai Double Six Bali. Tiket sudah tersedia dan dapat di booking melalui link ini: https://bit.ly/2OMvSJH.
Jadilah bagian dari malam bersejarah penuh nostalgia dalam acara 90’s Retro Night with MLTR pada 29 November 2019, di Double Six Rooftop, Bali. Untuk pemesanan tiket, klik melalui https://bit.ly/2OMvSJH. (OL-09)
Melalui lagu Senyum Papa, Lindee Cremona memotret sosok ayah dari kacamata seorang anak; sosok yang kerap terlihat kuat dan selalu melempar senyum.
Menurut Dewi Gita, membuat soundtrack sulit karena penulis lagu harus menyesuaikan dengan cerita film serta tujuan dari film tersebut.
Marcell Siahaan sengaja membawakan lagu ini tanpa upaya untuk membesarkannya secara berlebihan.
Do What You Gotta, hasil kolaborasi dengan Sunset Rollercoaster, ditetapkan sebagai single utama dari EP terbaru PREP yang bertajuk One Day in the Sun.
Jakarta Concert Orchestra (JCO) kembali membuktikan daya tarik musik anime di panggung orkestra melalui konser bertajuk an Anime Symphony: Re-Awakening.
Eclipse dari Shye hadir dengan nuansa indie-rock yang kental, membawa pendengar menelusuri ruang-ruang keintiman yang bersifat tarik-ulur.
Siapa Boiyen? Ini profil lengkap Yeni Rahmawati, komedian dan pedangdut yang kini jadi sorotan usai menggugat cerai suaminya di PA Tigaraksa.
DKI Jakarta menyelenggarakan doa bersama lintas agama dan hiburan lainnya termasuk konser.
MEMPERINGATI delapan dekade perjalanan organisasi, Pengurus Pusat Pemuda Katolik melaksanakan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Pelayanan Kasih Bakti Mandiri, Sabtu (15/11).
Kolaborasi antara Loket, Indodana, dan TikTok dalam forum ini menegaskan pentingnya sinergi antara data, layanan finansial, dan pemasaran digital.
Tiga perangkat terbarunya yakni Xiaomi Watch S4, Xiaomi OpenWear Stereo Pro, dan Xiaomi Smart Band 10 Glimmer Edition
Kehadiran Pagaehun menjadikan Icon Bali sebagai mal pertama yang menghadirkan konser publik artis K-Pop Korea di Bali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved