Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEHADIRAN Rumah Baca Sayyidil Khusna di Mersam, Batanghari, Jambi, menjadi harapan bagi warga sekitar untuk masa depan anak-anak penerus desa tersebut. Siapa sangka, rumah baca yang kini menjadi pusat warga berkumpul, belajar, dan bermain itu ternyata didirikan oleh seorang ibu bernama Maftuhatun.
Sekilas, Maftuhatun, tampak seperti perempuan biasa yang hidup di kampung sebagai ibu rumah tangga pada umumnya. Penampilannya yang sederhana dengan menggunakan hijab andalannya, ia selalu menebarkan senyum pada warga sekitar, khususnya anak-anak.
Terlahir di bumi Blumah Kendal, Jawa Tengah, Maftuhatun, telah melalui banyak hal yang menuntut perjuangan sejak ia masih kecil. Ia mengaku banyak melalui kesulitan hingga merasakan luka batin ketika tumbuh di kampungnya.
Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menikah dan ikut suami melanjutkan kehidupan barunya di Mersam Jambi. Tak ada yang menyangka, anak perempuan pertama dari tiga bersaudara ini namanya akan dikenal di masyarakat Mersam, karena ketulusan dan pengabdiannya untuk dunia yang ia cintai, dunia literasi.
Mendirikan Rumah Baca Sayyidil Khusna
Pada tahun 2022, Maftuhatun mulai meniti cita-cita membangun rumah baca di tanah kelahiran suaminya di Mersam Batanghari. Ide tersebut muncul ketika ia sadar bahwa ia dulu tidak bisa mengakses pendidikan yang mumpuni.
Ketiadaan akses dan kondisi ekonomi orangtuanya yang juga terbatas sebagai petani, membuatnya harus mengubur mimpinya untuk berkuliah.
Namun, sejauh apapun kaki melangkah, ilmu yang ia miliki selalu mengalir ditubuhnya, jiwa pendidik selalu membersamai dimanapun ia berada, ilmu yang ia miliki akan menghidupkan jiwa.
Sebelum mendirikan rumah baca, ia hanyalah Ibu rumah tangga biasa, mengurus anak, mengurus suami, bahkan ia pernah berjualan kerupuk, rujak, berkebun. Segala hal asalkan halal ia lakukan tanpa gengsi.
Namun, saat pertama mendirikan rumah baca, tak banyak masyarakat yang langsung tertarik untuk menitipkan anaknya belajar, dengan dedikasi dan keuletan memahami emosi anak, memahami karakter anak akhirnya sekarang Rumah Baca Sayyidil Khusna sudah memiliki banyak murid.
Maftuhatun mendirikan Rumah Baca Sayyidil Khusna sekaligus mengedukasi para ibu rumah tangga yang sibuk dengan pekerjaan, sehingga tidak abai akan hak untuk anak-anaknya dan tidak lupa tanggung jawab sebagai orang tua untuk memberikan yang terbaik. Perhatian Maftuhatun begitu mendalam kepada anak-anak. Ia meyakini perempuan adalah kunci peradaban. Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anak. Maka ditangan perempuanlah aset-aset masa depan bangsa menjadikan generasi cerdas, untuk membangun generasi cerdas, cerdaskanlah dahulu para perempuanya.
Perjuangan Maftuhatun tentu bukan tanpa tantangan, niat baik memang tidak selalu diterima baik. Ada beberapa orang yang tidak menyukai saat ia berusaha mendirikan Rumah Baca Sayyidil Khusna. Ia tak patah semangat, ia tetap berjuang dan memberikan pemahaman tentang pentingnya membaca sejak usia dini. Berkat kesabaranya, pelan-pelan mulai direspon positif oleh masyarakat untuk percaya dan menitipkan anak-anaknya di Rumah Baca Sayyidil khusna. Maftuhatun bahagia melihat anak-anak yang ia didik mau sama-sama belajar dan berproses.
Ketika ditanya harapan untuk anak-anak di masa depan, Maftuhatun menjawab dengan berlinang.
“Anak-anak yang sekarang saya didik ini, tidak perlu mengingat saya ini siapa, yang penting mereka tumbuh sehat, menjadi pribadi yang berkarakter, sehat jasmani dan rohani, rendah hati, penuh kasih,mencintai keluarga, mencintai negeri ini dengan seluruh jiwa raganya. Kemudian mengimplementasikan cinta dengan cara mereka sendiri, kalau lihat mereka kelak hidup dengan baik, kerja keras saya dan orang tua mereka terbayarkan. Saya bahagia," katanya.
(Z-9)
Melalui Gerakan Jambi Berpantun, daerah ini berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai pemilik kumpulan pantun terbanyak di Indonesia.
Wali Kota Jambi Maulana menyatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan koperasi menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.
Penegakan hukum ini didasarkan pada UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.
SEBUAH mobil Toyota double cabin jenis pickup terjun ke dalam jurang sedalam 30 meter di ruas jalan nasional di perbatasan Kabupaten Merangin-Kerinci, Jambi.
28 TKA asal empat negara asing yang bekerja di PT LPPI dinyatakan sudah memenuhi aturan dan prosedur yang berlaku di Indonesia.
PENGEMBANGAN kopi Liberika di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, terus menunjukkan hasil positif setelah delapan tahun mendapat pendampingan intensif.
WARGA Desa Sungai Buluh Kecamatan Muarabulian Kabupaten Batanghari, Jambi, dibuat geger dengan penangkapan seekor ular piton raksasa dengan panjang delapan meter.
Seekor buaya muara berhasil diamankan warga, Kabupaten Batanghari, Jambi. Buaya dengan panjang 2,5 meter itu ditangkap usai terperangkap dalam jaring ikan milik warga.
KEBAKARAN hebat akibat aktivitas penambangan minyak secara ilegal masih terus terjadi di kawasan taman hutan raya Sultan Thaha Syaifuddin, Batanghari, Jambi.
Warga Desa Pasar Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi, digegerkan dengan kemunculan seekor ular piton berukuran besar yang masuk di tengah perkampungan warga.
Tingginya intensitas hujan dan meluapnya air sungai Batanghari, Jambi, berimbas kepada warga yang tinggal di wilayah bantaran sungai. Banjir terus meluas hingga tiga kabupaten.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved