Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Mentan Amran: Program B50 Dongkrak Ekspor CPO dan Kesejahteraan Petani

Naufal Zuhdi
06/4/2026 06:59
Mentan Amran: Program B50 Dongkrak Ekspor CPO dan Kesejahteraan Petani
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman(MI/Naufal Zuhdi)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan implementasi program biodiesel B50 berbasis crude palm oil (CPO) memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan petani kelapa sawit di dalam negeri.

Menurut Amran, kebijakan pemanfaatan CPO menjadi biofuel mampu menekan impor solar sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di perdesaan. “Tahun ini kita tidak impor solar sekitar 5,3 juta ton. Itu kita gantikan dari CPO menjadi biofuel sesuai arahan Presiden,” kata Amran usai meninjau Gudang Bulog Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4).

Amran menegaskan, penguatan sektor bioenergi menjadi strategi penting untuk mendorong kemandirian energi sekaligus memperkuat ekonomi desa. “Kalau ekonomi desa bergerak, petani kita bergerak semua meningkatkan produksi. Ini yang kita dorong terus,” bebernya.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut berdampak pada kenaikan harga CPO global yang kemudian mendorong petani meningkatkan produktivitas.

“Kita lihat dampaknya, harga CPO naik, petani bekerja keras, dan produksi meningkat signifikan. Ekspor kita juga naik dari 26 juta ton menjadi 32 juta ton,” kata Amran.

Indonesia sendiri, lanjutnya, menguasai sekitar 60% pasar CPO dunia. Dari total produksi tersebut, sekitar 5 juta ton dialokasikan untuk kebutuhan biofuel domestik, sementara sisanya tetap menopang ekspor.

Amran menilai kebijakan hilirisasi melalui program biodiesel tidak hanya menjaga keseimbangan pasokan global, tetapi juga memberikan insentif langsung bagi petani untuk merawat kebun sawit secara optimal.

“Ketika kita tarik sebagian untuk biofuel, harga dunia naik. Petani senang karena harga baik, sehingga produksi meningkat. Ini efek berantai yang positif,” jelasnya.

Dalam implementasinya, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta berbagai pemangku kepentingan lain untuk memastikan target B50 tercapai tahun ini.

Ke depan, pemerintah juga akan mengembangkan biofuel berbasis etanol dari berbagai komoditas seperti singkong, ubi, dan tebu sebagai bagian dari diversifikasi energi terbarukan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya