Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui skema kemitraan menunjukkan perkembangan signifikan. Di tengah dorongan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat, peran perusahaan sebagai pendamping dinilai kian krusial. Data terbaru Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menempatkan PTPN IV PalmCo sebagai perusahaan paling aktif dalam pendampingan program tersebut secara nasional.
Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Dwi Nuswantara, mengungkapkan bahwa hingga saat ini PalmCo, yang merupakan sub-holding PTPN III, mencatat luasan pendampingan terbesar dibandingkan perusahaan lain di Indonesia.
| Perusahaan | Luas Pendampingan |
|---|---|
| PTPN IV PalmCo | 6.672 Hektare |
| Sinar Mas | 4.426 Hektare |
| Asian Agri | 3.204 Hektare |
"Peringkat pertama ialah PTPN atau PalmCo seluas 6.672 hektare. Selanjutnya disusul oleh Sinar Mas seluas 4.426 hektare dan Asian Agri seluas 3.204 hektare," ujar Dwi Nuswantara dalam keterangan resminya.
Capaian ini mencerminkan pergeseran pendekatan dalam pelaksanaan PSR yang tidak lagi semata bertumpu pada pembiayaan, tetapi juga penguatan aspek teknis di lapangan. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong pola kemitraan agar korporasi dapat berperan sebagai pendamping yang mentransfer teknologi serta praktik budidaya terbaik (Good Agricultural Practices) kepada petani.
Sebagai informasi, program PSR dengan dukungan dana BPDP berjalan sejak 2017. Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 triliun untuk peremajaan sekitar 100.000 hektare kebun sawit rakyat. Namun, serapan program ini kerap menghadapi tantangan, mulai dari kesiapan administrasi petani hingga aspek teknis budi daya.
Dalam konteks itulah kehadiran korporasi dinilai strategis. Pendampingan tidak hanya memastikan penggunaan dana tepat sasaran, tetapi juga menjaga kualitas pelaksanaan sejak tahap penanaman ulang (replanting) hingga pengelolaan kebun berkelanjutan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam PSR merupakan bagian dari mandat sebagai badan usaha milik negara (BUMN). Menurutnya, industri sawit nasional berkelanjutan sangat bergantung pada peningkatan kapasitas kebun rakyat.
"Sebagai BUMN, kami tidak hanya berorientasi pada kinerja korporasi, tetapi juga berperan sebagai agen pembangunan. Pendampingan ini merupakan bentuk komitmen untuk tumbuh bersama petani," tegas Jatmiko.
Ia menambahkan, melalui skema kemitraan ini, petani mendapatkan paket lengkap:
Model pendampingan itu diharapkan mampu menjawab persoalan klasik rendahnya produktivitas kebun rakyat yang selama ini tertinggal jauh dibandingkan kebun perusahaan. Dengan praktik agronomi yang lebih baik dan ekosistem yang terintegrasi, hasil panen petani diharapkan meningkat signifikan, yang pada akhirnya mendorong kesejahteraan petani sawit secara berkelanjutan. (Ant/I-2)
Program yang dimiliki oleh BPDP ditujukan untuk memperkuat para pekebun sawit melalui antara lain dukungan Peremajaan Sawit Rakyat, Sarana Prasarana Perkebunan, dan Beasiswa SDM Sawit.
PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyampaikan dukungan kepada pemerintah untuk optimalisasi hilirisasi sawit melalui peremajaan sawit rakyat.
Total luas perkebunan sawit di Indonesia mencapai 16,38 juta Ha dengan 42% di antaranya atau 6,94 juta Ha merupakan kebun sawit milik rakyat.
Intercropping atau tumpang sari padi gogo di lahan peremajaan sawit rakyat (PSR) menjadi salah satu solusi inovatif untuk mendukung swasembada beras.
Peran BPDP tidak hanya terbatas pada pengelolaan dana, tetapi juga mencakup investasi pada pembangunan pengetahuan masyarakat.
Normansyah menegaskan BPDP berkomitmen berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kementerian terkait dalam mempercepat program-program perkebunan tersebut.
Program yang dimiliki oleh BPDP ditujukan untuk memperkuat para pekebun sawit melalui antara lain dukungan Peremajaan Sawit Rakyat, Sarana Prasarana Perkebunan, dan Beasiswa SDM Sawit.
Kegiatan tersebut diikuti 123 petani sawit swadaya dari berbagai daerah di Sumatra Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved