Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

BPDP: PTPN IV PalmCo Teraktif Dampingi Peremajaan Sawit Rakyat

Media Indonesia
03/4/2026 20:25
BPDP: PTPN IV PalmCo Teraktif Dampingi Peremajaan Sawit Rakyat
(MI/HO)

UPAYA percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui skema kemitraan menunjukkan perkembangan signifikan. Di tengah dorongan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat, peran perusahaan sebagai pendamping dinilai kian krusial. Data terbaru Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menempatkan PTPN IV PalmCo sebagai perusahaan paling aktif dalam pendampingan program tersebut secara nasional.

Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Dwi Nuswantara, mengungkapkan bahwa hingga saat ini PalmCo, yang merupakan sub-holding PTPN III, mencatat luasan pendampingan terbesar dibandingkan perusahaan lain di Indonesia.

Peringkat Pendampingan PSR Nasional (Data BPDP):
Perusahaan Luas Pendampingan
PTPN IV PalmCo 6.672 Hektare
Sinar Mas 4.426 Hektare
Asian Agri 3.204 Hektare

"Peringkat pertama ialah PTPN atau PalmCo seluas 6.672 hektare. Selanjutnya disusul oleh Sinar Mas seluas 4.426 hektare dan Asian Agri seluas 3.204 hektare," ujar Dwi Nuswantara dalam keterangan resminya.

Transformasi Pendekatan PSR

Capaian ini mencerminkan pergeseran pendekatan dalam pelaksanaan PSR yang tidak lagi semata bertumpu pada pembiayaan, tetapi juga penguatan aspek teknis di lapangan. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong pola kemitraan agar korporasi dapat berperan sebagai pendamping yang mentransfer teknologi serta praktik budidaya terbaik (Good Agricultural Practices) kepada petani.

Sebagai informasi, program PSR dengan dukungan dana BPDP berjalan sejak 2017. Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 triliun untuk peremajaan sekitar 100.000 hektare kebun sawit rakyat. Namun, serapan program ini kerap menghadapi tantangan, mulai dari kesiapan administrasi petani hingga aspek teknis budi daya.

Dalam konteks itulah kehadiran korporasi dinilai strategis. Pendampingan tidak hanya memastikan penggunaan dana tepat sasaran, tetapi juga menjaga kualitas pelaksanaan sejak tahap penanaman ulang (replanting) hingga pengelolaan kebun berkelanjutan.

Komitmen BUMN sebagai Agen Pembangunan

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam PSR merupakan bagian dari mandat sebagai badan usaha milik negara (BUMN). Menurutnya, industri sawit nasional berkelanjutan sangat bergantung pada peningkatan kapasitas kebun rakyat.

"Sebagai BUMN, kami tidak hanya berorientasi pada kinerja korporasi, tetapi juga berperan sebagai agen pembangunan. Pendampingan ini merupakan bentuk komitmen untuk tumbuh bersama petani," tegas Jatmiko.

Ia menambahkan, melalui skema kemitraan ini, petani mendapatkan paket lengkap:

  • Akses bantuan dana dari BPDP.
  • Penggunaan bibit unggul bersertifikat.
  • Pendampingan teknis agronomi secara intensif.
  • Kepastian pasar (offtaker) hasil panen.

Model pendampingan itu diharapkan mampu menjawab persoalan klasik rendahnya produktivitas kebun rakyat yang selama ini tertinggal jauh dibandingkan kebun perusahaan. Dengan praktik agronomi yang lebih baik dan ekosistem yang terintegrasi, hasil panen petani diharapkan meningkat signifikan, yang pada akhirnya mendorong kesejahteraan petani sawit secara berkelanjutan. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya