Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan subsidi energi berpotensi membengkak hingga Rp100 triliun seiring kenaikan harga minyak dunia. Perhitungan tersebut mengacu pada harga minyak dunia yang diperkirakan berada di level tinggi, sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah.
Saat ini harga minyak Brent di kisaran 110 dolar AS per barel dan kurs Rp16.976 per dolar AS, sementara harga Pertalite masih dipertahankan di level Rp10.000 per liter.
“(Tambahannya) bisa Rp90 triliun sampai 100 triliun. Itu subsidi energi,” kata Menkeu di Gedung Danantara, Jakarta, Rabu (1/4).
Ia menjelaskan tambahan beban subsidi dan kompensasi energi sangat sensitif terhadap pergerakan harga minyak global. Purbaya menyebut, setiap kenaikan harga minyak sebesar satu dolar AS per barel berpotensi menambah defisit anggaran sekitar Rp6 triliun. Meski demikian, pemerintah memastikan defisit anggaran tetap terkendali di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Yang jelas, setiap satu dolar per barel naik itu sekitar Rp6 triliun tambahan defisitnya," terang Purbaya.
"Tapi, ini sudah kami hitung semua kan, even dengan rata-rata 100 per barel minyak pun, kita sudah kunci defisitnya di bawah 3 persen, sekitar 2,9%," sambungnya.
Menkeu juga menyinggung tanpa adanya penghematan tambahan seperti kebijakan work from home (WFH), posisi defisit tetap dapat dijaga.
“Kalau WFH kan hitungannya agak susah ya, berapa persisnya. Tapi yang jelas dengan keadaan tanpa WFH pun, kita udah ditekan di 2,9%. Jadi memang ruang fisikal kita lumayan lah,” lanjutnya.
Bendahara negara menegaskan pemerintah memiliki fleksibilitas yang cukup untuk menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menegaskan ruang fiskal yang ada memungkinkan pemerintah mengambil berbagai langkah, baik untuk menekan belanja maupun meningkatkan pendapatan negara.
Dengan proyeksi defisit di kisaran tersebut, pemerintah mengaku tidak terlalu pesimistis terhadap kondisi APBN ke depan. Menkeu juga menilai kenaikan defisit APBN di kisaran 2,9% dari target 2,68% PDB tahun ini tidak begitu signifikan.
“Kalau dari 2,68% ke 2,9% kan, 0,22% kan, enggak besar amat,” ujarnya.
Sementara itu, beban kompensasi energi untuk sementara ditanggung oleh Pertamina.
“Konpensasi yang nanggung itu pertamina sementara.Dia mampu karena sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar,” tambahnya.
Menkeu menjelaskan pemerintah kini membayarkan kompensasi energi secara rutin setiap bulan, dengan porsi sekitar 70% yang terus disalurkan. Skema ini dinilai turut menjaga kondisi keuangan Pertamina tetap sehat, sehingga untuk kebutuhan jangka pendek tidak menimbulkan masalah berarti.
“Yang kompensasi kan sekarang kita bayar setiap bulan, 70% terus-terusan. Jadi keuangan Pertamina juga amat baik," klaim menkeu.
Ia pun meminta masyarakat tidak khawatir terhadap kondisi APBN. Pemerintah, kata menkeu, juga terus melakukan langkah efisiensi belanja melalui berbagai tahapan penghematan, terutama pada belanja kementerian dan lembaga yang dinilai kurang prioritas. Selain itu, pemerintah masih memiliki saldo anggaran lebih (SAL) yang saat ini mencapai sekitar Rp420 triliun sebagai bantalan fiskal.
"Dan kalau kepepet saya punya SAL sekarang Rp420 triliun. Jadi kondisi keuangan negara kita amat baik. Saya punya bantalan cukup banyak,” tegasnya.
Ia menegaskan kondisi keuangan negara masih sangat kuat, dengan cadangan yang memadai untuk menghadapi berbagai tekanan. Seluruh kebijakan fiskal pun disusun dengan asumsi harga minyak tinggi agar defisit tetap terkendali, yakni di kisaran 2,9% terhadap produk domestik bruto (PDB). (H-3)
DIREKTUR Eksekutif Koordinator Daulat Energi, Ridwan Hanafi, mendorong pemerintah untuk kembali mengintensifkan program kompor listrik bersubsidi.
Lonjakan harga minyak dunia dorong kenaikan BBM. Ekonom nilai langkah ini penting untuk jaga stabilitas APBN.
Lonjakan harga minyak akibat konflik AS-Israel-Iran mengancam APBN Indonesia. Indef proyeksi subsidi energi bengkak Rp280 triliun.
Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Satgas Percepatan Transisi Energi untuk menekan beban subsidi negara.
Pemerintah memangkas kuota Pertalite 2026 hingga 6,28%. Subsidi energi diperketat, BBM murah makin dibatasi, dan risiko tekanan ke rakyat menguat.
Purbaya menyebut Pertamina sementara menanggung selisih harga BBM nonsubsidi saat harga minyak dunia melonjak, sementara pemerintah menahan kenaikan harga.
Ketegangan di Selat Hormuz dorong harga minyak dunia naik. Studi FEB UI menyebut BUMN Indonesia menghadapi tekanan besar, terutama di sektor energi dan transportasi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah belum akan membatasi subsidi bahan bakar minyak atau BBM dan menjamin ketersediaan stok tetap aman di tengah gejolak harga minyak dunia
Lonjakan harga minyak dunia dorong kenaikan BBM. Ekonom nilai langkah ini penting untuk jaga stabilitas APBN.
Presiden Trump kirim sinyal baur: klaim misi militer di Iran hampir usai namun tambah 2.500 pasukan. Ketidakpastian ini picu gejolak harga minyak dan pasar saham.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved