Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Bahlil Pimpin Satgas Transisi Energi, Targetkan 120 Juta Motor Listrik dalam 3 Tahun!

 Gana Buana
06/3/2026 14:05
Bahlil Pimpin Satgas Transisi Energi, Targetkan 120 Juta Motor Listrik dalam 3 Tahun!
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memberikan paparan kuliah umum dalam rangka HUT ke-56 Harian Media Indonesia.(MI/Usman Iskandar)

PRESIDEN Prabowo Subianto resmi menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi. Langkah strategis ini diambil untuk mempercepat implementasi energi bersih sekaligus menekan angka subsidi energi dalam APBN.

Menteri Bahlil menjelaskan bahwa pembentukan satgas ini merupakan tindak lanjut dari rapat terbatas yang dipimpin Presiden di Istana Negara. Fokus utamanya adalah memastikan transisi energi berjalan lebih cepat dan tepat sasaran hingga ke pelosok desa.

Fokus pada PLTS Desa dan Efisiensi Subsidi

Salah satu poin krusial dalam mandat baru ini adalah percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diperuntukkan bagi sekolah-sekolah dan desa-desa terpencil. Bahlil menyebut hal ini berkaitan erat dengan program penyediaan 100 gigawatt (GW) energi baru terbarukan (EBT).

“Orientasinya adalah transisi energi bisa kita lakukan lebih cepat, tapi juga kita bisa mengurangi subsidi. Dengan mengonversi dari PLTD (diesel) ke PLTS, maka itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik,” ujar Bahlil dilansir dari Antara, Jumat (6/3).

Kementerian ESDM juga akan memprioritaskan pemanfaatan PLTS untuk mempercepat elektrifikasi di pulau-pulau terpencil guna memperluas akses pelayanan energi yang selama ini sulit dijangkau.

Target Konversi 120 Juta Motor Listrik

Selain infrastruktur kelistrikan, Presiden Prabowo memberikan instruksi khusus kepada Bahlil untuk menggenjot program konversi kendaraan bermotor. Pemerintah menargetkan konversi 120 juta sepeda motor berbahan bakar fosil menjadi sepeda motor listrik dalam waktu singkat.

“Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera. Maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi,” tambah Bahlil.

Pembentukan Satgas ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem energi hijau yang mandiri sekaligus memperbaiki struktur fiskal negara melalui pengurangan ketergantungan pada energi fosil yang disubsidi.

Upaya masif ini menjadi bagian dari program strategis pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan energi nasional serta mendukung komitmen Indonesia dalam mencapai target emisi nol bersih (Net Zero Emission). (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya