Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Pemerintah dan Dunia Usaha Bersiap Hadapi Investigasi USTR

Naufal Zuhdi
19/3/2026 12:41
Pemerintah dan Dunia Usaha Bersiap Hadapi Investigasi USTR
KETUA Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie.(Dok. AFP/Chiba)

KETUA Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie, menyatakan bahwa pemerintah tengah bersiap menghadapi investigasi yang dilakukan oleh United States Trade Representative (USTR).

Sebagaimana diketahui, investigasi ini merujuk pada Section 301 dari Trade Act 1974 dengan fokus utama pada dua isu krusial, yakni kelebihan kapasitas produksi yang memicu praktik dumping serta isu tenaga kerja paksa.

“Untuk investigasi ini, persiapan matang harus dilakukan baik oleh pemerintah maupun dunia usaha agar seluruh prosesnya berjalan dengan baik,” ujar Anindya dikutip dari siaran pers yang diterima, Kamis (19/3).

Menurut Anindya, persiapan ini sangat vital untuk memproteksi ekosistem industri dalam negeri. Di sisi lain, Indonesia juga perlu tetap optimis dalam menghadapi tantangan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS), serta terus memperluas akses pasar yang kini mulai terbuka di kawasan lain seperti Uni Eropa dan Kanada.

“Jadi kita mesti berpikir untuk menjaga dan meningkatkan kapasitas industri pada saat ini,” kata Anindya.

Meskipun akan digelar investigasi, Anin merasa lega karena subjek yang ditargetkan tidak menyasar produk ekspor unggulan Indonesia ke AS seperti alas kaki, tekstil, furnitur, elektronik, hingga minyak kelapa sawit yang diprediksi tidak akan terdampak secara langsung.

“Yang paling menenangkan adalah seluruh fokus ekspor utama Indonesia tidak masuk dalam subjek investigasi tersebut,” jelasnya.

Dirinya juga meyakini bahwa dua isu yang diangkat oleh USTR tidak ditemukan dalam praktik industri di
Indonesia. Dari sisi regulasi, Indonesia secara tegas melarang penggunaan tenaga kerja paksa, baik untuk produk ekspor maupun impor.

Sementara itu, terkait isu kelebihan kapasitas untuk praktik dumping, Anindya memastikan hal tersebut tidak terjadi karena struktur industri Tanah Air saat ini lebih berfokus pada pemenuhan pasar domestik serta bersifat komplementer dengan kebutuhan pasar AS.

"Dan yang terakhir juga kita mesti berpikir positif bahwa setelah kita lalui ini semua dengan Amerika (Serikat), jangan lupa bawa akses pasar yang telah dibuka baik Uni Eropa dan juga Kanada dan lain-lain ini juga mempunyai suatu permintaan produk yang sama. Jadi kita mesti berpikir untuk menjaga dan meningkatkan kapasitas pada saatnya," tandasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik