Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Cara Menghitung PDB Riil dan Nominal: Rumus, Perbedaan, Contoh Lengkap

Media Indonesia
15/2/2026 20:05
Cara Menghitung PDB Riil dan Nominal: Rumus, Perbedaan, Contoh Lengkap
Deretan kawasan padat penduduk di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).(MI/AGUNG WIBOWO)

DALAM laporan ekonomi nasional tahun 2026, kita sering mendengar pencapaian angka Produk Domestik Bruto (PDB) yang fantastis. Namun, bagi seorang analis atau jurnalis ekonomi, angka tersebut tidak bisa ditelan mentah-mentah. Ada perbedaan fundamental antara PDB Nominal dan PDB Riil yang menentukan apakah sebuah negara benar-benar menjadi lebih kaya atau hanya mengalami kenaikan harga barang (inflasi).

Apa Itu PDB Nominal? (Harga Berlaku)

PDB Nominal adalah nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode tertentu, dihitung menggunakan harga yang berlaku pada saat itu. Masalah utama dari PDB Nominal adalah ia mencampuradukkan dua hal: kenaikan jumlah produksi dan kenaikan harga (inflasi).

Jika negara memproduksi jumlah barang yang sama dengan tahun lalu tetapi harganya naik 10%, PDB Nominal akan terlihat naik 10%. Padahal, secara fisik, tidak ada pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Inilah yang disebut sebagai pertumbuhan semu.

Apa Itu PDB Riil? (Harga Konstan)

PDB Riil adalah nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara, namun dihitung menggunakan harga tetap dari satu tahun tertentu yang dijadikan acuan (Tahun Dasar/Base Year). Dengan menggunakan harga tetap, pengaruh inflasi dihilangkan.

Hasilnya, PDB Riil hanya akan meningkat jika jumlah produksi barang dan jasa benar-benar bertambah. Oleh karena itu, PDB Riil adalah indikator paling akurat untuk mengukur pertumbuhan ekonomi yang sebenarnya dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Baca juga : Panduan Transaksi Derivatif Valas Pengertian, Jenis, dan Strategi Hedging 2026

Rumus Menghitung PDB Riil dan Deflator PDB

Untuk mengubah PDB Nominal menjadi PDB Riil, kita memerlukan indikator yang disebut Deflator PDB. Berikut rumusnya:

1. Rumus Deflator PDB

Deflator PDB = (PDB Nominal / PDB Riil) x 100

2. Rumus PDB Riil

PDB Riil = (PDB Nominal / Deflator PDB) x 100

Mengapa Kita masih Membutuhkan PDB Nominal?

Meskipun PDB Riil lebih baik untuk mengukur pertumbuhan, PDB Nominal tetap penting untuk beberapa hal berikut:

  • Membandingkan ukuran ekonomi antar negara pada tahun yang sama menggunakan harga pasar.
  • Menghitung rasio utang pemerintah terhadap total kapasitas ekonomi saat ini.
  • Menentukan potensi penerimaan pajak berdasarkan nilai transaksi yang terjadi di lapangan.

Baca juga: Bongkar Taktik Bandar 7 Modus Manipulasi Saham yang Bikin Ritel Boncos

Contoh Kasus: Ekonomi Indonesia 2026

Misalkan pada tahun 2026, PDB Nominal Indonesia tercatat sebesar Rp22.000 triliun. Jika indeks harga (Deflator PDB) dibandingkan tahun dasar adalah 110, maka penghitungannya adalah:

PDB Riil = (Rp22.000 Triliun / 110) x 100 = Rp20.000 Triliun.

Artinya, nilai ekonomi yang benar-benar tercipta berdasarkan kapasitas produksi adalah Rp20.000 triliun, sementara Rp2.000 triliun sisanya hanyalah "tambahan" akibat kenaikan harga di pasar.

Baca juga: Syarat Membuat QRIS UMKM Terbaru 2026 Gratis dan Langsung Aktif

Practical Checklist: Cara Membaca Data PDB

  • Identifikasi Tahun Dasar: Pastikan Anda tahu tahun mana yang digunakan sebagai acuan harga konstan.
  • Cek Angka Inflasi: Bandingkan pertumbuhan nominal dengan tingkat inflasi tahunan.
  • Perhatikan Sektor Digital: Pastikan data mencakup nilai tambah dari ekonomi sirkular dan transaksi digital terbaru.

FAQ: Pertanyaan Seputar PDB Riil dan Nominal

Pertanyaan Jawaban
Mana yang lebih tinggi? Biasanya PDB Nominal karena faktor inflasi.
Apa itu Tahun Dasar? Tahun acuan harga tetap untuk menghilangkan efek inflasi.
Apa itu resesi? Kondisi saat PDB Riil tumbuh negatif 2 kuartal berturut-turut.

Pertanyaan Lain

1. Apakah PDB Riil menghitung kesejahteraan? Ya, lebih mendekati kenyataan dibanding nominal, meski tidak menghitung distribusi pendapatan.

2. Apa dampak jika PDB Riil turun? Jika terjadi selama dua kuartal berturut-turut, negara tersebut dinyatakan masuk ke dalam resesi.

Baca juga: Tokenisasi Aset Real (RWA) Panduan Lengkap Investasi Sultan Modal Minim

3. Bagaimana pengaruh kurs mata uang rupiah? Perubahan nilai tukar memengaruhi harga barang impor, yang nanti memengaruhi Deflator PDB.

4. Apakah PDB Riil menghitung populasi? Tidak, untuk itu digunakan PDB per Kapita Riil.

Baca juga: Proof of Solvency Standar Mutlak Keamanan Bursa Kripto pada 2026

5. Mengapa Deflator PDB berbeda dengan IHK (Indeks Harga Konsumen)? IHK hanya menghitung barang yang dikonsumsi rumah tangga, sementara Deflator PDB mencakup seluruh barang produksi nasional termasuk barang modal dan ekspor.

6. Apa itu Negative Growth? Kondisi saat PDB Riil tahun berjalan lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Proof of Liabilities (PoL) Mengapa Bursa Kripto Wajib Buka-bukaan Utang

7.Siapa yang berwenang menghitung PDB di Indonesia? Badan Pusat Statistik (BPS).

8. Berapa PDB Indonesia tahun 2026? Berdasarkan estimasi tren, PDB Nominal Indonesia diproyeksikan terus tumbuh menuju posisi 15 besar ekonomi dunia.

Baca juga: Proof of Reserve untuk Mitigasi Risiko dan Lindungi Nasabah

Kesimpulan

Memahami perbedaan PDB Riil dan Nominal adalah kunci untuk membaca kesehatan ekonomi yang sesungguhnya. PDB Nominal menunjukkan nilai transaksi saat ini dengan Mata Uang Rupiah, namun PDB Riil menunjukkan kekuatan produksi yang sebenarnya tanpa tertutup "kabut" inflasi.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya