Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Rupiah Hari Ini 10 Februari 2026: Dibuka Menguat

Andhika Prasetyo
10/2/2026 10:11
Rupiah Hari Ini 10 Februari 2026: Dibuka Menguat
Ilustrasi(Antara)

 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Selasa, 10 Februari 2026. Berdasarkan data transaksi pasar uang, Mata Uang Garuda bergerak menguat tipis seiring dengan membaiknya optimisme pasar terhadap ekonomi domestik dan meredanya sejumlah risiko geopolitik global.

Pada pembukaan perdagangan pagi ini, rupiah menguat 6 poin atau sekitar 0,04% ke posisi Rp16.799 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp16.805 per dolar AS. Tren penguatan ini diprediksi akan berlanjut secara fluktuatif di sepanjang hari perdagangan.

Penguatan Mata Uang Rupiah didorong oleh tingginya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 yang mencapai level 127, serta pelemahan indeks dolar AS akibat isu diversifikasi cadangan devisa oleh Tiongkok.

Daftar Kurs Rupiah Hari Ini Selasa, 10 Februari 2026

Berikut adalah rincian pergerakan nilai tukar Mata Uang Rupiah terhadap dolar AS dari berbagai referensi pasar pagi ini:

Sumber Data / Indikator Posisi Kurs (Rp) Perubahan (%)
Pasar Spot (Antara) 16.799 +0,04%
Bloomberg (09.47 WIB) 16.782 +0,14%
Refinitiv (CNBC) 16.770 +0,15%

Faktor Pendorong Penguatan Mata Uang Rupiah

Kenaikan nilai tukar rupiah hari ini dipicu oleh tiga faktor utama:

  • Optimisme Konsumen Domestik: Rilis data IKK Januari 2026 di level 127 memberikan sinyal kuat bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga, yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Tekanan pada Indeks Dolar (DXY): Pelemahan dolar AS terjadi secara global setelah munculnya laporan mengenai saran pemerintah Tiongkok kepada lembaga keuangan untuk mengurangi eksposur pada obligasi AS.
  • Sentimen Geopolitik Positif: Perkembangan positif dalam dialog nuklir antara AS dan Iran di Oman membantu meredakan premi risiko di pasar keuangan global, sehingga aliran modal kembali masuk ke aset-aset emerging markets.

Meskipun sedang dalam tren menguat, pelaku pasar tetap diimbau untuk waspada terhadap rilis data inflasi AS (CPI) pada akhir pekan ini yang dapat mengubah ekspektasi arah suku bunga global secara mendadak. Bank Indonesia diperkirakan akan terus berada di pasar untuk memastikan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya