Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Pesona Sumba Hadir di BCA Expoversary, Pengunjung Bisa Rasakan Budaya Autentik NTT

Andhika Prasetyo
07/2/2026 18:02
Pesona Sumba Hadir di BCA Expoversary, Pengunjung Bisa Rasakan Budaya Autentik NTT
Kekayaan budaya Sumba kini dihadirkan dalam skala mini melalui area Bakti BCA di BCA Expoversary 2026.(BCA)

Pulau Sumba semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia. Setelah dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Asia tahun 2025 oleh Time Out Asia, keindahan dan kekayaan budaya Sumba kini dihadirkan dalam skala mini melalui area Bakti BCA di BCA Expoversary 2026. Gelaran yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 5-8 Februari 2026 ini menghadirkan suasana khas Sumba melalui konsep Desa Bakti BCA Kampung Prai Ijing/Tebara. Pengunjung diajak merasakan pengalaman autentik, mulai dari permainan tradisional hingga menyaksikan langsung proses pembuatan tenun ikat khas Sumba.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility Bank Central Asia, Hera F Haryn, menyampaikan bahwa pembangunan area Bakti BCA dengan konsep Desa Bakti BCA Kampung Prai Ijing/Tebara merupakan wujud komitmen BCA dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mendukung komunitas lokal.

“Melalui kehadiran ‘Sumba Mini’ di area Bakti BCA, kami mengajak pengunjung untuk tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan langsung kekayaan budaya dan ketangguhan komunitas lokal yang kami bina. Ini adalah wujud nyata komitmen BCA dalam mendukung pariwisata berkualitas dan kemandirian ekonomi kreatif di Indonesia,” ujar Hera.

Di area Bakti BCA, pengunjung dapat melihat aktivitas penenun asal Sumba yang mempraktikkan pembuatan kain tenun ikat tradisional. Tenun Sumba dikenal dengan teknik ikat serta penggunaan pewarna alami, seperti indigofera untuk warna biru dan akar mengkudu untuk warna merah, serta berbagai bahan alam lain yang menghasilkan nuansa warna gelap dan hangat.

Motif tenun Sumba banyak terinspirasi dari kehidupan dan kepercayaan masyarakat setempat, seperti figur hewan kuda dan rusa. Kain tenun ini tidak sekadar berfungsi sebagai busana, tetapi juga merepresentasikan identitas, nilai budaya, serta warisan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain menghadirkan penenun asli Sumba, area Bakti BCA juga dibangun dengan konsep arsitektur khas daerah tersebut. Pengunjung dapat memasuki miniatur rumah adat Umma Mangu Toko, yang dikenal sebagai rumah berpuncak dengan atap alang-alang menjulang hingga sekitar 10 meter. Miniatur rumah adat ini menjadi salah satu daya tarik utama yang ramai dikunjungi.

Pengunjung juga dapat mengabadikan momen dengan latar visual khas Sumba yang dilengkapi replika kuda. Kuda pacu merupakan salah satu hewan yang banyak dibudidayakan di Pulau Sumba dan memiliki nilai historis. Pada era 1840-an, kuda Sumba bahkan menjadi komoditas perdagangan yang dikirim melalui Waingapu ke berbagai daerah lain.

Beragam aktivitas interaktif turut disediakan, salah satunya permainan tradisional “Kagorokana Alu”. Permainan khas Sumba ini dimainkan oleh tiga hingga empat orang menggunakan dua bilah bambu, yang melatih ketangkasan, konsentrasi, dan koordinasi pemain. Tak hanya itu, pengunjung juga berkesempatan menyaksikan pertunjukan tarian tradisional Sumba yang ditampilkan beberapa kali setiap hari selama BCA Expoversary 2026 berlangsung, menambah pengalaman budaya yang semakin lengkap. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya