Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK DBS Indonesia menggelar acara bertajuk Unlocking Indonesia's Wealth Potential: DBS Guides Through Indonesia's Resilient Economy with Unparalleled Wealth Insights and Tailored Solutions sebagai wujud komitmennya untuk memberikan wawasan yang mendalam bagi nasabah prioritas DBS Treasures dan DBS Treasures Private Client. Para nasabah diajak untuk memahami risiko global dan peluang investasi, sehingga dapat menjaga portofolio tetap tangguh dan berimbang.
Di tengah ketidakpastian fiskal dan volatilitas pasar, beberapa sektor justru muncul sebagai pendorong pertumbuhan baru. Sektor teknologi kini menjadi pendorong pertumbuhan yang signifikan dalam lanskap investasi global, khususnya di Amerika Serikat, yang mencatat lonjakan historis investasi di pusat data dan perangkat keras untuk mendukung model bahasa besar (LLM).
Jika ekspektasi pertumbuhan terlalu tinggi dibandingkan fundamental bisnis, beberapa segmen pasar berisiko membentuk 'gelembung AI'. Kondisi ini menuntut investor untuk menyesuaikan strategi, dengan menempatkan perhatian pada perusahaan yang mampu mengadaptasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan nilai operasional, ketimbang sekadar berfokus pada pemain AI murni (pure-play).
Meski menghadapi kompleksitas dinamika global, peluang pertumbuhan tetap muncul secara selektif di sejumlah kawasan. Asia diproyeksikan kembali mencatatkan momentum pertumbuhan seiring meredanya ketidakpastian perdagangan. Kekuatan perdagangan intra-regional dan kemampuan adaptasi menjadi penopang utama bagi keberlanjutan pertumbuhan di kawasan ini, memberikan peluang bagi investor yang mampu menempatkan portofolio secara strategis.
Sementara itu, pasar komoditas diperkirakan memasuki fase yang lebih konstruktif menuju 2026, didukung oleh ekspektasi gencatan dagang dan penurunan suku bunga yang memberikan dorongan positif bagi sentimen makro.
Logam industri, khususnya tembaga dan rare earth elements, dipandang berada pada posisi strategis mengingat peran strukturalnya dalam ekonomi global. Di sisi lain, tren kenaikan jangka panjang emas tetap solid sebagai aset lindung nilai, didukung oleh tekanan monetasi, ketidakpastian, serta strategi diversifikasi cadangan bank sentral.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia tetap menunjukkan fundamental ekonomi yang relatif kuat, sehingga menghadirkan peluang bagi investor untuk tetap mengelola portofolio secara terukur. Permintaan domestik yang kuat terus menjadi pendorong utama pertumbuhan, sementara inflasi yang terjaga memberikan ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan kebijakan moneter yang mendukung stabilitas dan aktivitas ekonomi.
Dari sisi fiskal, konsolidasi yang berkelanjutan turut memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dalam jangka menengah.
"Bagi investor, kondisi ini membuka peluang pada sektor-sektor yang ditopang oleh konsumsi domestik, termasuk ritel dan e-commerce, seiring dengan meningkatnya adopsi digital masyarakat. Selain itu, percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor energi terbarukan, juga menghadirkan peluang investasi jangka panjang yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional," ujar Indonesia’s Head of Research, DBS Group Research, William Simadiputra, Rabu (4/2).
Di luar faktor domestik, daya tarik investasi Indonesia juga ditopang oleh posisinya dalam lanskap ekonomi regional dan global. Posisi strategis Indonesia serta perannya dalam kerja sama regional, seperti ASEAN, memungkinkan diversifikasi arus perdagangan dan investasi, sehingga membantu meredam sebagian risiko eksternal.
Upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperbaiki iklim usaha melalui reformasi regulasi, transformasi digital, serta pengembangan kerangka keuangan berkelanjutan turut memperluas pilihan investasi yang tersedia. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko global, dinamika kebijakan domestik, serta tantangan lingkungan dan perubahan iklim dalam menyusun strategi investasi yang berkelanjutan.
Dalam mendukung investor merespons dinamika global dan domestik tersebut, peran institusi keuangan menjadi semakin strategis. Bank DBS Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendampingi nasabah menavigasi ketidakpastian global dan dinamika pasar domestik.
"Sebagai mitra terpercaya untuk kekayaan global, melalui layanan wealth management, fokus kami adalah menghadirkan layanan advisory yang relevan dan terstruktur untuk mendampingi nasabah menavigasi ketidakpastian global sekaligus peluang domestik sehingga nasabah dapat membuat keputusan yang didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap tren pasar, menangkap peluang pertumbuhan secara selektif, dan menjaga portofolio tetap tangguh di tengah volatilitas," ucap Head of Segmentation, Liabilities, and Secured Lending PT Bank DBS Indonesia Natalina Syabana.
Dalam kerangka ini, DBS Treasures dan DBS Treasures Private Client menggabungkan keahlian global langsung dari pakar ahli DBS Chief Investment Office, dengan strategi investasi yang dipersonalisasi membantu nasabah memahami tren, peluang, dan risiko investasi.
Layanan ini mencakup solusi portofolio yang disesuaikan dengan profil risiko nasabah, termasuk akses ke alternative asset classes dan Asia ex-Japan equities, sehingga nasabah dapat mengambil keputusan strategis secara selektif sekaligus memperkuat daya tahan portofolio di tengah volatilitas pasar.
Untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang lebih kompleks, DBS Treasures Private Client juga hadir memberikan advisory yang lebih advanced dan komprehensif melalui solusi yang sangat customized seperti KPD (Kontrak Pengelolaan Dana) dengan investible funds mulai Rp5 miliar.
Melalui produk KPD, nasabah dapat memilih sendiri underlying assets ini sesuai profil risiko serta tujuan keuangannya setelah berdiskusi secara menyeluruh bersama Relationship Manager (RM) yang berpengalaman, Product Expert, hingga Fund House/Manajer Investasi. Ke depannya, Bank DBS Indonesia akan terus mendukung pengelolaan portofolio yang berkelanjutan. (Fal/E-1)
Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, terus mendorong iklim investasi yang ramah dan kompetitif guna menggerakkan perekonomian daerah.
Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati sejumlah poin utama dalam perundingan perdagangan resiprokal atau Agreements on Reciprocal Trade (ART).
Sinergi antara HKI dan Bappenas dapat menciptakan ekosistem yang semakin kondusif bagi percepatan investasi dan perluasan aktivitas industri.
Agar multiplier effect-nya lebih maksimal, pemerintah perlu mendorong penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia dari kisaran skor 6 ke kisaran skor 4.
COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan sikap percaya terhadap kebijakan pemerintah redenominasi rupiah dan menegaskan bahwa langkah tersebut tidak akan mengganggu iklim investasi.
Idealnya, dana darurat disiapkan sebesar tiga hingga enam bulan biaya hidup dan dapat ditempatkan pada instrumen yang relatif aman.
Emas sejak dahulu dikenal sebagai simbol kemakmuran dan ketahanan finansial. Logam mulia ini menjadi pilihan banyak peradaban sebagai aset yang aman untuk menjaga stabilitas kekayaan
KETIDAKPASTIAN arah kebijakan moneter Amerika Serikat kembali menjadi perhatian setelah desakan terbuka Presiden Donald Trump agar Federal Reserve memangkas suku bunga acuan.
Pakar ekonomi syariah yang juga Wakil Komisaris Utama PT Bank Syariah Indonesia Adiwarman Karim berpesan kepada investor untuk tidak hanya ikut-ikutan dalam berinvestasi atau berbisnis.
Menjaga stabilitas keuangan di masa depan bukan hanya tentang seberapa besar jumlah investasi yang kamu miliki, tetapi juga bagaimana cara menyeimbangkan portofolio investasimu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved