Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Produksi Padi 2025 Naik, BPS: Potensi Panen 2026 Menguat

Naufal Zuhdi
02/2/2026 18:10
Produksi Padi 2025 Naik, BPS: Potensi Panen 2026 Menguat
Foto udara warga melintas di areal persawahan di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (16/1/2026).(Antara/M Risyal Hidayat)

KETAHANAN pangan Indonesia menunjukkan sinyal positif di awal 2026. Berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi nasional sepanjang 2025 mengalami kenaikan signifikan yang dipicu oleh faktor iklim dan perluasan area tanam. Kondisi ini diprediksi akan terus menguat hingga kuartal pertama 2026.

Ringkasan Data BPS: Produksi padi 2025 mencapai 60,21 juta ton GKG (naik 13,29%). Potensi produksi beras Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai 10,16 juta ton.

Realisasi Produksi Padi dan Beras Tahun 2025

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Desember 2025, produksi padi nasional mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 13,29% atau bertambah sekitar 7,06 juta ton dibandingkan capaian pada 2024.

Kenaikan produksi ini sejalan dengan peningkatan luas panen yang mencapai 11,32 juta hektare, tumbuh 12,69% secara tahunan. Jika dikonversi menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras sepanjang 2025 tercatat sebesar 34,69 juta ton.

Indikator Produksi Tahun 2025 Kenaikan (%)
Produksi Padi (GKG) 60,21 Juta Ton 13,29%
Produksi Beras 34,69 Juta Ton 13,29%
Luas Panen 11,32 Juta Ha 12,69%

Proyeksi Panen Raya Januari-Maret 2026

BPS juga merilis angka potensi untuk periode Januari hingga Maret 2026. Dengan menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA), potensi luas panen pada tiga bulan pertama tahun ini diperkirakan mencapai 3,28 juta hektare atau naik 15,32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi produksi, potensi gabah yang dihasilkan pada periode Januari hingga Maret 2026 diprediksi menyentuh 17,65 juta ton GKG. Jika target ini tercapai, akan ada kenaikan sebesar 15,80% dibandingkan kuartal pertama 2025. Angka ini setara dengan potensi produksi beras sebesar 10,16 juta ton.

Faktor Pendorong Kenaikan Produksi

Terdapat beberapa faktor kunci yang menyebabkan lonjakan produksi padi di tahun 2025 dan optimisme di awal 2026:

  • Intensitas Curah Hujan: Tingginya curah hujan di berbagai wilayah mendukung ketersediaan air untuk lahan persawahan secara optimal.
  • Perluasan Luas Panen: Terjadi peningkatan signifikan pada luas lahan yang berhasil dipanen, terutama di bulan Desember 2025 yang naik 22,29%.
  • Produktivitas Lahan: Rata-rata produktivitas padi nasional mencapai 63,55 kuintal per hektare (GKP), naik 0,53% dari tahun sebelumnya.

Sebaran Wilayah Sentra Padi Nasional

Potensi panen raya pada awal 2026 terkonsentrasi di beberapa provinsi lumbung pangan. Di Pulau Jawa, wilayah utama meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Sementara di luar Pulau Jawa, kontribusi besar diharapkan datang dari Sumatra Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, hingga Nusa Tenggara Barat.

Ateng Hartono menegaskan bahwa angka potensi ini masih bersifat dinamis. "Angka potensi ini bisa berubah tergantung kondisi di lapangan, seperti serangan hama, banjir, kekeringan, maupun pergeseran waktu panen oleh petani," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/2).

Kinerja Produksi Jagung 2025

Selain padi, komoditas jagung juga menunjukkan tren positif. Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% sepanjang 2025 mencapai 16,16 juta ton, tumbuh 6,74%. Untuk awal 2026, potensi produksi jagung diperkirakan mencapai 4,94 juta ton pada periode Januari hingga Maret, meningkat 4,18% secara tahunan.

Pertanyaan terkait Produksi Padi (FAQ)

Berapa produksi padi Indonesia pada 2025?

Produksi padi nasional pada 2025 mencapai 60,21 juta ton GKG, mengalami kenaikan sebesar 13,29% dibandingkan tahun 2024.

Bagaimana prospek panen padi awal 2026?

BPS memproyeksikan potensi produksi padi periode Januari hingga Maret 2026 sebesar 17,65 juta ton GKG, naik 15,80% secara tahunan.

Faktor apa yang menyebabkan produksi padi naik di 2026?

Faktor utamanya adalah tingginya curah hujan, peningkatan luas panen, serta kenaikan produktivitas rata-rata nasional menjadi 63,55 kuintal per hektare. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya