Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kejar Pertumbuhan lewat Pendapatan Berulang

M Ilham Ramadhan Avisena
31/1/2026 21:53
Kejar Pertumbuhan lewat Pendapatan Berulang
Paradise Indonesia menarketkan pertumbuhan hingga 10%(Dok. Paradise Indonesia)

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia, memasang target pertumbuhan pendapatan moderat pada 2026 di kisaran 5% hingga 10%. Sasaran tersebut mencerminkan upaya perusahaan menjaga laju bisnis di tengah kompetisi ketat sektor properti dan perhotelan, dengan menitikberatkan pada aset produktif dan pendapatan berulang.

Dorongan utama pertumbuhan masih berasal dari monetisasi proyek residensial Antasari Place Tower 1 di Jakarta. Selain itu, perseroan mengandalkan tambahan arus kas dari 23 Semarang Shopping Center yang direncanakan mulai beroperasi pada paruh pertama 2026.

Ekspansi juga diarahkan ke luar Jawa. Perusahaan tengah menyiapkan pengembangan properti berkonsep low-density lifestyle di Balikpapan, Kalimantan Timur. Langkah itu dibaca sebagai strategi diversifikasi untuk menjangkau segmen pasar baru sekaligus mengurangi ketergantungan pada wilayah yang sudah jenuh.

Manajemen menargetkan porsi pendapatan berulang mencapai 75% dari total pendapatan konsolidasi pada 2026. Fokus tersebut menunjukkan pergeseran strategi perusahaan untuk membangun struktur pendapatan yang lebih stabil, terutama dari aset komersial dan perhotelan.

"Paradise Indonesia terus memperkuat struktur pendapatan dengan menjaga porsi recurring income di kisaran 70%, seiring pengembangan aset yang dilakukan secara konsisten," kata CEO Paradise Indonesia Anthony P. Susilo dikutip pada Sabtu (31/1). 

"Kami tidak hanya sebagai pemilik properti, tetapi juga aktif sebagai pengembang yang menciptakan nilai pengalaman dari properti ikonik milik kami," lanjutnya. 

Sepanjang 2025, perusahaan melengkapi pengembangan Antasari Place dengan menghadirkan serviced apartment Citadines Antasari Jakarta dalam satu kawasan terpadu. Di Bandung, perluasan area 23 Paskal juga disebut berkontribusi pada perbaikan profitabilitas dan imbal hasil portofolio.

Dari sisi kinerja, INPP mencatat kenaikan pendapatan sekitar 50% pada Januari-September 2025 menjadi Rp1,31 triliun, dari Rp878,07 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sumber utama pendapatan masih ditopang bisnis hotel dan penjualan properti, dengan tambahan dari segmen manajemen properti serta pendapatan lain.

Laba bersih perusahaan pada akhir September 2025 tercatat naik sekitar 40% menjadi Rp393,83 miliar, dibandingkan Rp281,63 miliar setahun sebelumnya. Total aset juga meningkat menjadi Rp10,10 triliun, seiring liabilitas yang relatif menurun dan ekuitas yang menguat. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya