Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

KAI Pastikan Pemanfaatan BBM Subsidi Akuntabel

Ihfa Firdausya
31/1/2026 04:09
KAI Pastikan Pemanfaatan BBM Subsidi Akuntabel
Sepanjang 2025, total pemanfaatan BBM subsidi KAI tercatat 212.553.184 kiloliter. Rinciannya, kereta api penumpang 189.517.190 liter, angkutan peti kemas 15.312.014 liter, parcel 3.775.884 liter, semen 3.275.026 liter, serta klinker 673.070 liter.(PT. Kereta Api Indonesia)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan pemanfaatan BBM subsidi sepanjang 2025 dikelola secara akuntabel dan bertanggung jawab. KAI memastikan pemanfaatannya digunakan untuk mendukung layanan transportasi publik serta logistik nasional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pendekatan tersebut dijalankan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Tujuannya guna memastikan setiap pemanfaatan energi bersubsidi tepat sasaran dan memberi manfaat luas bagi masyarakat serta perekonomian.

Anne menyampaikan, tata kelola perusahaan yang baik menjadi landasan utama dalam perencanaan, penggunaan, dan pengawasan BBM subsidi.

"Pemanfaatan BBM subsidi dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi. Prinsip GCG memastikan subsidi energi dikelola secara akuntabel untuk kepentingan publik dan keberlanjutan layanan," ujar Anne dalam keterangan yang dikutip, Jumat (30/1).

Sepanjang 2025, total pemanfaatan BBM subsidi KAI tercatat 212.553.184 kiloliter. Rinciannya, kereta api penumpang 189.517.190 liter, angkutan peti kemas 15.312.014 liter, parcel 3.775.884 liter, semen 3.275.026 liter, serta klinker 673.070 liter.

KAI menyebut komposisi itu mencerminkan pengelolaan energi yang terukur antara layanan publik dan dukungan terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Selaras dengan pengelolaan tersebut, kinerja layanan penumpang KAI menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang 2025, KAI melayani 55.620.561 pelanggan, meningkat 7,3% dibandingkan tahun 2024 sebanyak 51.839.503 pelanggan.

Dari total pelanggan tersebut, 17.644.768 pelanggan merupakan pengguna kereta api Public Service Obligation (PSO). Itu terdiri atas 11.418.824 pelanggan KA Jarak Jauh PSO dan 6.225.944 pelanggan KA Lokal PSO yang dikelola KAI.

Penugasan PSO dari pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan memastikan akses layanan transportasi yang terjangkau bagi masyarakat.

Selain layanan yang dikelola KAI, penugasan PSO juga mencakup KAI Commuter dan LRT Jabodebek. Sepanjang 2025, KAI Commuter melayani 400.737.915 pelanggan, sementara LRT Jabodebek melayani 28.816.787 pelanggan.

Pada layanan bandara, PSO juga diberikan kepada KA Srilelawangsa di Medan dan sebagian KA YIA untuk mendukung konektivitas antarmoda.

Di sektor logistik, KAI mencatat volume angkutan barang sebesar 69.791.691 ton sepanjang 2025, meningkat dibandingkan 2024 sebanyak 69.201.670 ton.

"Capaian ini menegaskan peran kereta api dalam menjaga kelancaran distribusi nasional dan efisiensi rantai pasok," katanya.

Anne menambahkan, penguatan akuntabilitas pemanfaatan BBM subsidi dilaksanakan melalui pengawasan berlapis serta koordinasi berkelanjutan bersama BPH Migas.

"KAI akan terus memperkuat kolaborasi dengan BPH Migas dan seluruh pemangku kepentingan agar pemanfaatan BBM subsidi tetap selaras dengan tata kelola perusahaan yang baik serta memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan," tutup Anne. (Ifa/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya