Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
TREN kenaikan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diprediksi belum akan berhenti. Setelah mencetak rekor All Time High (ATH) yang mengejutkan pada perdagangan hari ini, Kamis (29/1), harga logam mulia untuk besok, Jumat, 30 Januari 2026, diproyeksikan akan kembali melambung dan menembus level psikologis baru di angka Rp3.200.000 per gram.
Pada penutupan perdagangan hari ini, harga emas Antam tercatat melonjak drastis sebesar Rp165.000 ke level Rp3.168.000 per gram. Kenaikan gila-gilaan ini didorong oleh lonjakan harga emas spot dunia yang menyentuh kisaran USD 5.500 per troy ounce, serta depresiasi nilai tukar Rupiah yang masih tertahan di level Rp16.786 per Dolar AS.
Para analis pasar komoditas, termasuk Ibrahim Assuaibi, memperkirakan bahwa momentum bullish ini masih sangat kuat. Faktor ketidakpastian geopolitik global dan tingginya permintaan aset safe haven menjadi bahan bakar utama.
"Besok, harga emas Antam diprediksi akan mengalami kenaikan lanjutan di kisaran Rp35.000 – Rp40.000 per gram. Jika terealisasi, maka harga jual butik bisa berada di rentang Rp3.203.000 – Rp3.208.000 per gram," ungkap analisis pasar terkini.
Berikut adalah simulasi perhitungan harga emas Antam untuk perdagangan besok berdasarkan tren kenaikan hari ini:
| Berat Emas | Harga Hari Ini (29/1) | Estimasi Harga Besok (30/1)* |
|---|---|---|
| 0.5 Gram | Rp1.634.000 | Rp1.654.000 |
| 1 Gram | Rp3.168.000 | Rp3.208.000 |
| 2 Gram | Rp6.276.000 | Rp6.356.000 |
| 3 Gram | Rp9.389.000 | Rp9.509.000 |
| 5 Gram | Rp15.615.000 | Rp15.815.000 |
| 10 Gram | Rp31.175.000 | Rp31.575.000 |
| Buyback (Jual Kembali) | Rp2.989.000 | Rp3.029.000 |
*Disclaimer: Harga di atas adalah proyeksi analisis pasar. Harga resmi akan dirilis Antam pada pukul 08.30 WIB besok pagi.
Dengan harga buyback (beli kembali) yang diprediksi akan menembus level Rp3 Juta per gram besok, ini adalah momen yang sangat tepat bagi investor jangka panjang (yang membeli di harga bawah tahun 2024 atau 2025) untuk melakukan aksi profit taking (mencairkan keuntungan).
Namun, bagi Anda yang baru ingin masuk (buy), disarankan untuk berhati-hati atau menggunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), mengingat harga sudah berada di pucuk tertinggi sepanjang sejarah. "Jangan FOMO (Fear of Missing Out), tunggu koreksi wajar jika ingin masuk dalam jumlah besar," saran pengamat investasi.
(Cah/P-3)
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan emas nasional sekaligus memastikan kesinambungan pasokan bahan baku industri emas domestik.
Kolaborasi Memperkuat Ketersediaan Bahan Baku Emas Domestik
Harga emas Antam diperkirakan akan kembali menguat pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, setelah lonjakan Rp16.000 pada Senin. F
Garitan Kalongliud diinisiasi oleh Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor Antam bersama masyarakat desa sebagai model pertanian sirkular terpadu.
Harga emas global dan Antam turun pada 17 Februari 2026. Prediksi untuk Rabu, 18 Februari, diperkirakan stabil atau berpotensi rebound tipis dengan harga Antam Rp2,96–3,05 juta per gram.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
BMKG juga memperingatkan potensi cuaca ekstrem di awal 2026 yang dapat memengaruhi distribusi logistik dan operasional tambang.
Merujuk data Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek SMIL pada Mei, investor pemegang saham SMIL naik hingga 3.217 menjadi 9.027 investor dari bulan sebelumnya hanya 5.810 investor.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan sebanyak 36 emiten telah menyampaikan rencana relaksasi kebijakan buyback saham tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Buyback dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap maupun sekaligus, dan diselesaikan paling lama 12 (dua belas) bulan setelah tanggal RUPST.
Untuk tahun buku 2024, BRI mencatat laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp60,15 triliun. Dari jumlah tersebut, perseroan menetapkan total
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved